Profil Mariam Ghani, Putri Ashraf Ghani yang Berprofesi sebagai Seniman di Brooklyn
Mariam Ghani terlihat berjalan-jalan dengan seorang teman wanitanya pada Rabu (18/8/2021) sore, beberapa hari setelah ayahnya meninggalkan Afghanistan
Ghani kemudian lulus di bulan Juni 2002.
Sejak itu, karyanya muncul di beberapa museum terkenal di dunia, termasuk Guggenheim dan MoMA di New York serta Tate Modern di London.
Pada 2018, ia bergabung dengan fakultas di Bennington College di Vermont.
Film panjang pertama Ghani, film dokumenter berjudul What We Left Unfinished, ditayangkan perdana di Berlinale 2019.
Saat ini, film yang mendapat pujian kritis itu diputar di sejumlah bioskop AS.
Hingga kini, Ghani telah menerima sejumlah beasiswa, penghargaan, hibah, dan residensi.
Yang terbaru dari Creative Capital Dewan Seni Negara Bagian New York, Perpustakaan Umum New York, Pusat Seni Jalanan ke-18 di Los Angeles, Pusat Schell untuk Internasional Hak Asasi Manusia di Hukum Yale, dan Pusat Hak Konstitusional.
Klarifikasi Ashraf Ghani Terkait Kepergiannya dari Afghanistan
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, muncul untuk pertama kalinya setelah ia melarikan diri dari negaranya, Minggu (15/8/2021).
Lewat video yang direkam dan diunggah di laman Facebook-nya, Rabu (18/8/2021), Ghani kembali menegaskan kepergiannya dari Afghanistan untuk menyelamatkan lebih banyak pertumpahan darah.
Dikutip dari The Straits Time, ia mendukung pembicaraan antara Taliban dan mantan pejabat tinggi.
Lebih lanjut, Ghani mengatakan tidak berniat untuk tetap berada di Uni Emirat Arab (UEA) dan sedang "dalam pembicaraan" untuk kembali ke Afghanistan.
Diketahui, Ghani saat ini berada di negara Teluk itu setelah sebelumnya dilaporkan mendarat di Tajikistan.
UEA sendiri telah mengonfirmasi keberadaan Ghani.
Mereka menerima Ghani dengan "alasan kemanusiaan".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mariam-ghani.jpg)