Jumat, 17 April 2026

Internasional

Jet Tempur Israel Bombardir Gudang Senjata Hamas di Jalur Gaza

Jet tempur Israel membombardir gudang senjata Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Minggu (22/8/2021). Serangan itu sebagai tanggapan atas demonstrasi

Editor: M Nur Pakar
AP
Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi ledakan serangan jet tempur Israel di Jalur Gaza, Palestina, Minggu (22/8/2021) jelang pagi. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Jet tempur Israel membombardir gudang senjata Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Minggu (22/8/2021).

Serangan itu sebagai tanggapan atas demonstrasi kekerasan di pagar pembatas yang menyebabkan seorang perwira polisi Israel terluka parah, kata tentara.

Kekerasan Sabtu (21/8/2021) meletus, setelah ratusan warga Palestina mengambil bagian dalam demonstrasi yang diselenggarakan oleh penguasa Hamas di Gaza.

Dilansir AFP, Hamas memiliki tujuan menarik perhatian pada blokade Israel-Mesir di wilayah tersebut.

Demonstrasi berkembang menjadi kekerasan setelah puluhan orang mendekati pagar perbatasan yang dibentengi.

Kemudian, melemparkan batu dan bahan peledak ke arah tentara Israel dari balik layar asap hitam yang mengepul dari ban yang terbakar.

Baca juga: Lagi-lagi, Balon Api Palestina Dibalas Serangan Jet Tempur Israel ke Jalur Gaza

Setidaknya 24 warga Palestina, termasuk seorang anak berusia 13 tahun, terluka oleh tembakan Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Seorang petugas Polisi Perbatasan Israel ditembak dan terluka parah.

Tentara mengatakan dalam menanggapi demonstrasi kekerasan, jet tempur menghantam empat lokasi pembuatan senjata.

Termasuk gudang penyimpanan senjata milik penguasa Hamas.

Ditambahkan, militer mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah dekat perbatasan dengan kantong Palestina.

Tidak ada laporan segera tentang cedera dalam serangan udara tersebut.

Baca juga: Galang Dana untuk Palestina Selama 20 Hari, DEMA Syariah IAIN Lhokseumawe Dapat Penghargaan dari ACT

Israel dan Hamas adalah musuh bebuyutan yang telah berperang empat kali.

Pertempuran yang tak terhitung jumlahnya sejak Hamas menguasai Gaza dalam kudeta 2007, setahun setelah memenangkan pemilihan Palestina.

Putaran pertempuran terbaru Mei 2021, perang 11 hari yang berlangsung hingga gencatan senjata yang tidak meyakinkan, menewaskan sedikitnya 254 orang di Gaza.

Termasuk 67 anak-anak dan 39 wanita, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Hamas telah mengakui kematian 80 anggotanya.

Sebanyak 12 belas warga sipil, termasuk dua anak-anak tewas di Israel, bersama dengan satu tentara.(*)

Baca juga: Pejuang Palestina Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat, Empat Orang Tewas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved