UINSU dan UNIKI Gelar Konferensi Internasional
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
BIREUEN - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bekerja sama dengan Universitas Islam Kebagsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Sabtu (21/8/2021) menggelar konferensi internasional. Konferensi yang berlangsung secara daring itu mengusung tema “Kontribusi Pemikiran Ekonomi Islam dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”
Di UNIKI, peserta mengikuti konferensi via zoom meeting pada layar lebar di aula lantai tiga kampus tersebut. Kegiatan itu diikuti mahasiswa Manajemen dan Ekonomi Islam dari 18 perguruan tinggi dan praktisi ekonomi. Di antaranya, UINSU, UNIKI, STIES Stabat, UMSU, Politeknik LP3M Medan, dan STIE Bina Karya Tebing Tinggi.
Kemudian, Politeknik Unggul LP3M Medan, STAIBR Kabupaten Padang Lawas, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Muhammadiyah Pekanbaru, Universitas Malikussaleh, STKIP Budidaya, STAI Jama'iyah Mahmudiyah Tanjungpura, STAI HM Lukman Edy, AMIK Medicom Medan, dan Institut EHMRI.
Ketua Panitia, Ir Pandapotan MM, kepada Serambi, Minggu (22/8/2021), mengatakan, konferensi internasional tersebut mempertemukan pakar ekonomi syariah dari University of Malaysia Assoc, Prof Dr Amir Shaharuddin, dengan universitas di Sumatera Utara dan Aceh. Di antaranya, Rektor UINSU, Prof Dr Syahrin Harahap MA, Rektor UNIKI, Prof Dr Apridar, Dekan FEBI UINSU, Dr Muhammad Yafiz MA, dosen Magister Manajemen UNIKI, Dr Raihan Iskandar Lc MM.
Rektor UINSU, Prof Syahrin dalam arahannya mengajak peserta konferensi untuk mensosialisasikan sekaligus menyumbang pemikiran efektif agar ekonomi Islam menjadi suatu kebanggaan dalam menjalankan kegiatan ekonomi demi kesejahteraan orang banyak.
Sementara Rektor UNIKI, Prof Dr Apridar dalam paparannya menyatakan, ekonomi berbasis Islam, belakangan menjadi rule model bagi sistem ekonomi di belahan dunia. Pelaku sistem ekonomi konvensional secara massif mulai beralih kepada sistem ekonomi Islam (syariah). Hal ini, menurutnya, menjadi titik tolak bagi Indonesia sebagai penganut Islam mayoritas untuk memberi contoh yang lebih ‘radikal’ bagi negara-negara lain. (yus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/uniki-897.jpg)