Internasional
Ketukan Pintu Bisa Menjadi Malapetaka, Sebagian Warga Afghanistan Tetap Tiarap
Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan telah menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Afghanistan. Bagaimana tidak, ketukan di pintu bisa
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan telah menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Afghanistan.
Bagaimana tidak, ketukan di pintu bisa menjadi malapetaka.
Bahkan, setiap jam yang berlalu sepertinya tidak ada habisnya.
Dilansir The Independent, Selasa (24/8/2021), itulah kenyataan baru bagi banyak warga Afghanistan yang paling takut dengan Taliban.
Mereka bersembunyi atau menjauh dari jalanan sejak para pejuang berkuasa bulan ini.
Ada yang tiarap, termasuk pegawai pemerintah, aktivis masyarakat sipil dan perempuan.
Mereka sangat membutuhkan berita, mungkin akan diberikan suaka di tempat lain.
Mereka takut akan kemunduran besar-besaran hak-hak perempuan.
Baca juga: Taliban Rebut Kembali Tiga Distrik dari Milisi Afghanistan Utara
Mereka juga tidak percaya pada janji-janji Taliban.
Dimana, tidak akan membalas dendam pada mantan musuh, tetapi ingin membentuk pemerintahan inklusif saat AS mengakhiri perang 20 tahun.
Salah satu yang bersembunyi adalah Mobina (39), seorang jurnalis dari kota Mazar-e-Sharif.
Setelah Taliban menyerbu kotanya, dia melarikan diri dengan kedua anaknya dan telah menemukan perlindungan di sebuah rumah persembunyian di Kabul.
“Kami bertanya pada diri sendiri 'Apa selanjutnya?' Kami menangis karena tidak ada yang bisa diperbaiki,” kata Mobina.
Di tempat lain di ibu kota Afghanistan, Mumtaz berkumpul dengan keluarganya di apartemen mereka.
Ayahnya bekerja untuk pemerintah dan saudara laki-lakinya terbunuh dalam serangan granat pada 2010 di provinsi Laghman, tempat Taliban telah lama aktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pejuang-taliban-bersiaga-di-herat-afghanistan.jpg)