Update Corona di Aceh Utara
Hari Ini RSU Cut Meutia Rawat 23 Pasien Covid-19, Terbanyak Sejak Pandemi
Artinya, jumlah pasien yang dirawat hari ini mencapai 23 orang. Jumlah tersebut merupakan angka terbanyak, sejak ditetapkan wabah Corona bencana...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Artinya, jumlah pasien yang dirawat hari ini mencapai 23 orang. Jumlah tersebut merupakan angka terbanyak, sejak ditetapkan wabah Corona bencana nasional pada 14 Maret 2020 oleh Presiden RI, Jokowi.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Hari ini, Rabu (25/8/2021) RSU Cut Meutia Aceh Utara merawat 23 pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dalam dua ruangan yang tersedia.
Masing-masing, Ruangan Respiratory Intensive Care Unit(RICU) dan Ruangan Penyakit Infeksi New Emerging and Reemerging (Pinere) atau ruang isolasi.
Jumlah tempat tidur yang tersedia dalam ruangan RICU mencapai 9 unit, dan hari ini kembali penuh dengan pasien Covid-19.
Sedangkan dalam ruangan Pinere, jumlah tempat tidur yang tersedia mencapai 16 unit dan hari ini terisi dengan 14 pasien Covid-19.
Sehingga hanya tersisa dua tempat tidur yang tersedia.
Artinya, jumlah pasien yang dirawat hari ini mencapai 23 orang.
Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh di Aceh Tambah 337 Orang, Kasus Baru 354 Orang
Jumlah tersebut merupakan angka terbanyak, sejak ditetapkan wabah Corona bencana nasional pada 14 Maret 2020 oleh Presiden RI, Jokowi.
“Kemarin jumlah pasien Covid yang dirawat 18 orang, dan sembilan diantaranya di ruang RICU,” ujar Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin MKes, kepada Serambinews.com, Rabu (25/8/2021).
Sedangkan hari ini, jumlah pasien Covid-19 bertambah menjadi lima orang, sehingga menjadi 23 orang.
“Penambahan itu juga berdampak pada kunjungan masyarakat yang berobat umum ke RS,” ujar Jalaluddin.
Karena itu Humas RSU Cut Meutia mengimbau kepada warga, supaya tidak perlu khawatir ketika ingin berobat ke RS.
Karena ruangan Pinere dan RICU tersebut terpisah dengan ruangan lainnya, dan pasien yang berobat dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
“Yang penting adalah mengikuti protkes,” pungkas Jalaluddin. (*)
Baca juga: Penularan Covid di Aceh Masih Tinggi