Breaking News:

Salam

Penularan Covid di Aceh Masih Tinggi

Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dalam sepekan terakhir, membeludak

Editor: bakri
DOK HUMAS POLDA ACEH
Pasien Covid-19 di RSUZA Banda Aceh membeludak sejak sepekan terakhir. Dalam foto yang diambil, Senin (23/8/2021) kemarin, terlihat antrean warga mengantre di Poli Pinere RSUZA, Banda Aceh, untuk diperiksa dan melakukan tes swab Covid-19. 

Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dalam sepekan terakhir, membeludak. Pasien datang silih berganti untuk menjalan perawatan dengan gejala ringan hingga kritis. Kondisi tersebut tidak lepas dari terus bertambahnya warga Aceh yang positif Corona. Seperti pada Senin (23/8/2021), warga yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 229 orang dan yang meninggal dunia 22 orang.

Harian ini kemarin melaporkan, kondisi Ruang PINERE (Penyakit Infeksi Emergin dan New Emergin) serta RICU (Ruang Intensive Care Unit) di RSUZA, penuh. Bahkan, puluhan pasien terpaksa harus mengentre di ICU lantaran tidak ada tempat tidur.

"Benar, saat ini rumah sakit (RSUZA-red) full. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak seminggu lalu, pasiennya keluar masuk. Dari 177 tempat tidur di RICU dan ruang isolasi, penuh semua. Yang tersisa hanya dua bed. Ada yang antre di IGD RICU sebanyak 34 orang, mereka positif," kata Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. Menurut catatan, kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh hingga 23 Agustus 2021 sudah mencapai 30.306 orang. Jumlah itu terdiri atas yang sedang dirawat sebanyak 6.262 orang, yang sudah sembuhsebanyak  22.723 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 1.321 orang.

Menyusul tingginya angka infeksi baru di Aceh, khususnya Banda Aceh, kemarin Pemerintah Pusat sudah mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 untuk 34 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali. Dan, Banda Aceh dan Medan termasuk kota yang masih harus menjalankan PPKM Level 4 dari tanggal 24 Agustus sampai 6 September 2021. Selama ini, Banda Aceh “menyumbang” 25 hingga hampir 40 persen angka total kasus Corona di Aceh. Banda Aceh pernah mencatat 140 kasus baru dalam sehari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, PPKM di 34 kabupaten/kota ini diperpanjang lantaran masih tingginya kasus Covid-19. Airlangga menegaskan, di wilayah PPKM Level 4, semua tempat kerja harus menerapkan bekerja dari kantor (work from office) 25 persen dan selebihnya work from home (bekerja di rumah). Kemudian menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua sekolah di wilayah PPKM Level 4 dilarang menjalankan pembelajaran secara tatap muka. Semua kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan secara during atau belajar dari rumah.

Guna menunjang langkah pencegahan penularan virus Covid-19 di daerah ini, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, mengingatkan, semua orang yang ingin masuk ke Aceh wajib memiliki sertifikat vaksin. Selain itu, mereka juga diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas gabungan di pos-pos penyekatan yang ada di perbatasan provinsi.

Seorang akademisi yang juga pengamat sosial mengatakan, masih tingginya ngka penularan pandemi di beberapa daerah lantaran dua hal yang masih diabaikan sebagian warga. Pertama mengenai protokol kesehatan, dan kedua mengenai kesadaran untuk vaksin Covid-19 yang masih rendah. Dua hal inilah yang sesungguhnya harus diperbaiki terus, karena kenyataannya memang belum maksimal.

Banyak masyarakat yang masih tidak menyadari bahwa prokes itu cara yang efektif menghindarkan diri dari ancaman infeksi Covid-19. Ingat, modus penularan adalah droplets bukan airborn, jadi prokes sangat efektif. “Masyarakat kurang menyadari hal ini mungkin karena tidak paham.”

Justru itulah kita berharap pemerintah bersama stake holdernya di daerah ini segera mennggiatkan kembali pemberian pemahaman kepada masyarakat mengenai perlunya vaksinasi serta mematuhi protokol kesehatan. Ini bisa dilakukan dengan menggencarkan kembali razia-razia protokol kesehatan, yakni penggunaan masker, pencegahan kerumunan, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

“Sekali lagi kuncinya ada di vaksinasi dan protkes. Saya lihat secara nasional, selama ini pemerintah belum maksimaldalam hal ini,” kata akademisi tadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved