Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Kabul Jadi Kota Zombie, Ketakutan Mencengkeram Warga Afghanistan

Jalan-jalan yang dulunya ramai dengan kehidupan, kini menjadi sunyi senyap. Hanya sedikit wanita yang berani meninggalkan rumah mereka, karena Taliba

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/WAKIL KOHSAR
Seorang wanita memperhatikan baju yang ingin dibeli di sebuah pasar yang tampak sepi dari pembeli di Kabul, Afghanistan, Rabu (25/8/2021). 

Bank tempat dia bekerja juga melarangnya kembali, dengan alasan kekhawatiran akan keselamatannya.

Di tembok kota, poster iklan yang menampilkan model wanita telah dirusak atau dirobohkan.

Musik pop, yang dilarang langsung di bawah rezim mantan Taliban, tidak lagi dapat didengar di Kabul.

Hanya suara anak-anak yang sedang bermain.

Baca juga: VIDEO - Joe Biden Sedang Diskusikan Pengerahan Tentara di Afghanistan

Mungkin tidak menyadari kedalaman transformasi yang sedang berlangsung di tanah air mereka yang memecah kesunyian.

Ketakutan yang meluas, kata seorang bankir Kabul, bekerja untuk keuntungan Taliban saat mereka berusaha membangun dominasi mereka.

“Mereka tidak memiliki pasukan untuk mengendalikan orang, tetapi ketakutan mengendalikan semua orang,” katanya tanpa menyebut nama.

Sementara kepemimpinan Taliban berusaha untuk memproyeksikan citra gerakan terorganisir yang mampu memerintah.

Kenyataan di lapanganm prilaku militan sangat bervariasi dari satu tempat dan tempat lainnya.

“Beberapa kelompok bertindak baik dan baik, tetapi beberapa dari mereka pergi ke restoran tanpa membayar,” kata bankir itu.

Di kota tenggara Khost, yang lama menjadi kota konservatif yang direbut oleh Taliban tak lama sebelum Kabul jatuh, para militan tampaknya mengadopsi pendekatan lebih lembut.

“Setelah beberapa hari, situasi kembali normal," kata seorang pekerja bantuan setempat kepada AFP.

"Aliran kota telah melambat tetapi banyak toko dan usaha kecil telah dibuka kembali sekarang,” ujarnya.

“Anak laki-laki dan perempuan pergi ke sekolah seperti sebelumnya,” katanya.

“Sikap Taliban terhadap orang-orang jauh lebih lembut daripada yang dipikirkan orang-orang,” tambahnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved