Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Pemimpin Perlawanan Afghanistan Bersumpah, Tidak Akan Menyerah ke Taliban

Pemimpin gerakan perlawanan terhadap Taliban bersumpah tidak akan menyerah dengan Taliban. Tetapi, pintu masih terbuka untuk negosiasi dengan penguasa

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Ahmad Massoud, putra mendiang komandan Afghanistan Ahmad Shah Massoud, mengklaim ribuan orang telah bergabung dengan Front Perlawanan Nasionalnya di lembah Panjshir, Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemimpin gerakan perlawanan terhadap Taliban bersumpah tidak akan menyerah dengan Taliban.

Tetapi, pintu masih terbuka untuk negosiasi dengan penguasa baru Afghanistan, menurut sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Paris Match pada Rabu (25/8/2021).

Ahmad Massoud, putra komandan pemberontak legendaris Afghanistan, Ahmad Shah Massoud, telah mundur ke lembah asalnya Panjshir di utara Kabul.

Dilansir AFP, Rabu (25/8/2021), dia bersama mantan Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh.

“Saya lebih suka mati daripada menyerah,” kata Massoud kepada filsuf Prancis Bernard-Henri Levy dalam wawancara pertamanya sejak Taliban mengambil alih Kabul.

“Saya putra Ahmad Chah Massoud," ujarnya.

Baca juga: Taliban Kuasai Sistim Pengawasan Super Buatan AS, Afghanistan Jadi Ajang Ujicoba Alat Militer Baru

"Menyerah, bukanlah kata dalam kamus saya,” tegasnya.

Massoud mengklaim ribuan orang telah bergabung dengan Front Perlawanan Nasional di lembah Panjshir.

Sebuah kawasan yang tidak pernah direbut oleh pasukan Soviet pada 1979 atau Taliban selama periode pertama mereka berkuasa dari 1996-2001.

Dia memperbarui seruannya untuk dukungan dari para pemimpin asing, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Massoud menyatakan kepahitan karena senjata ditolak sesaat sebelum jatuhnya Kabul awal bulan ini.

"Saya tidak bisa melupakan kesalahan bersejarah yang dibuat oleh mereka yang saya minta senjata delapan hari lalu di Kabul," kata Massoud.

Baca juga: Direktur CIA Temui Pemimpin Taliban di Kabul

"Mereka menolak dan senjata-senjata ini, artileri, helikopter, tank buatan Amerika berada di tangan Taliban,” katanya.

Massoud menambahkan dia terbuka untuk berbicara dengan Taliban dan akan menjelaskan garis besar kemungkinan kesepakatan.

"Kita bisa bicara," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved