Breaking News:

Aceh Jadi Sentra Pengembangan Nilam, Program Bappenas dan Kemenkop UKM

Badan Perencana dan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Koperasi dan UKM, menetapkan Aceh sebagai daerah sentra

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Helvizar Ibrahim 

BANDA ACEH - Badan Perencana dan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Koperasi dan UKM, menetapkan Aceh sebagai daerah sentra utama pengembangan tanaman nilam untuk koperasi dan UKM di Indonesia. Hal ini menyusul dimasukkannya Aceh dalam daftar lima provinsi yang ditetapkan sebagai pelaksana Program Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM di Indonesia.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi, kepada Serambi, Rabu (25/8/2021) menjelaskan, Program Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM di Indonesia merupakan program yang dibuat Bappenas bersama Kementerian Koperasi dan UKM. “Untuk pelaksanaan proyek tersebut, Bappenas dan Kemenkop UKM menetapkan lima daerah dengan komoditas yang berbeda,” ujarnya.

Daerah-daerah dimaksud yaitu: Aceh ditetapkan sebagai daerah pengembangan komoditas nilam, Kalimantan Timur sebagai daerah pengembangan Biofarmaka, Jawa Tengah sebagai daerah pengembangan rotan, Nusa Tenggara Timur sebagai daerah pengembangan sapi, dan Sulawesi Utara ditetapkan sebagai daerah pengembangan tanaman kelapa.

Program bersama ini akan mendapat dukungan pengembangan lintas intansi pemerintah pusat dan daerah. Seperti dukungan ketersediaan bahan baku, sertifikasi, pangsa pasar, ketrampilan SDM, akses permodalan, sarana produksi yang modern, serta sistem informasi dan tata kelola yang baik.

“Program ini sangat membutuhkan dukungan lintas kementerian dan intasi lintas SKPA dan SKPK di Aceh, yang nantinya akan dikoordinatori oleh Bappeda,” tutur Helvizar Ibrahim.

Lebih lanjut Helvizar menyampaikan, Program Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM di Indonesia merupakan salah satu arahan Presiden tentang master plan pengembangan kawasan Koperasi dan UKM (KUKM) yang merupakan pelaksanaan dari amanah UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Segmen penerima manfaat kegiatan ini adalah Koperasi dan UKM yang terlibat di sektor produksi dan pemasaran yang disinergikan dalam bentuk rumah produksi bersama, dengan tujuan pengelolaan produksi Koperasi dan UKM dalam satu kawasan atau klaster yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.

“Program ini menjadi tantangan besar dan perlu dukungan  semua pihak, karena nilai investasinya sangat besar. Program ini dibuat dengan harapan menjadi posisi tawar di kancah pasar eskpor komoditas dunia,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Cut Huzaimah MP memaparkan, tahun 2021 ini pihaknya mengembangan tanaman nilam seluas 141 hektare (ha) di dua kabupaten, yaitu Aceh Jaya seluas 56,6 ha dan Aceh Selatan 85 ha.

Cut Huzaimah, mengatakan, lokasi pengembangan nilam di Aceh tersebar di 10 daerah. Yaitu Aceh Tenggara seluas 210 ha, Aceh Barat 156 ha, Aceh Besar 118 ha, Gayo Lues 75 ha, Nagan Raya 58 ha, Aceh Singkil 24 ha, Abdya 15 ha, Bireuen 14 ha, dan Aceh Utara seluas 6 ha.

“Paling luas di Aceh Selatan, mencapai 326 hektare dengan jumlah petani sebanyak 1.477 kepala keluarga,” sebutnya.

Kabid Perkebunan Aceh, Eddy Noer menambahkan, dari 10 daerah sentra pengembangan nilam di Aceh, rata-rata produksi minyak nilam Aceh per tahun sebanyak 225 ton. Karena itu, ia menilai penetapan Aceh dalam program Major Projeck Pengelolaan Terpadu UMKM untuk komoditas nilam sudah sangat tepat.

“Daerah pengembangan nilam di Aceh banyak dan jumlah petaninya juga banyak. Kecuali itu, mutu minyak nilam dari Aceh juga cukup bagus dan sangat disukai pasar dunia,” imbuhnya.

Kasi Perkebunan Faisal Hatta SP MSi menyebutkan, harga pasaran minyak nilam Aceh saat ini berkisar Rp 600.000-650.000/kg. Tetapi beberapa tahun lalau, harga minyak nilam sempat mencapai Rp 1 juta/kg. Penurunan harga itu dikatakannya terjadi karena adanya permainan dari pengumpul.(her)        

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved