Breaking News:

Berantas Rentenir, Baitul Mal Aceh Besar Gandeng Baitul Misykat

Badan Baitul Mal Aceh Besar menggandeng Baitul Misykat dalam upaya memberantas rentenir yang selama beroperasi di kabupaten

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Drs Zamri A Rafar. 

KOTA JANTHO - Badan Baitul Mal Aceh Besar menggandeng Baitul Misykat dalam upaya memberantas rentenir yang selama beroperasi di kabupaten itu. Kemitraan tersebut diwujudkan dengan penandatanganan kerja sama oleh Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Drs Zamri A Rafar, dan Ketua Baitul Misykat, Putra Chamsah, pada Kamis (26/8/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Lobi Kantor Baitul Mal Aceh Besar, itu turut disaksikan oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Besar, Heru Saputra SH MH, Sekretaris Baitul Misykat, Adista Amaliyah, Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa SH MH, dan Kakankemenag Aceh Besar, H Abrar ZYM SAg MH, yang diwakili Imran. Kerja sama itu juga mencakup rencana pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui dukungan dana dari ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) Aceh Besar.

Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Drs Zamri A Rafar, dalam siaran pers kepada Serambi, kemarin, mengatakan, kerja sama dengan Baitul Misykat merupakan upaya untuk kelancaran membantu masyarakat miskin sebagai salah satu penerima zakat (asnaf) dengan titik target nyak-nyak pedagang kecil di pasar dalam wilayah Aceh Besar.

Selain itu, sambungnya, penyaluran modal usaha yang bersumber dari ZIS yang terkumpul di Baitul Mal Aceh Besar juga merupkan upaya pemerintah untuk memberantas praktek rentenir yang selama ini dikeluhkan pedagang kecil. Sebab, bunga yang dipatok oleh rentenir cukup besar dan praktek tersebut merupakan pekerjaan yang diduga mengandung unsur riba (haram).

"Untuk tahun ini kita menganggarkan biaya 100 juta rupiah untuk membantu fakir dan miskin yang membutuhkan modal usaha, sehingga mereka bisa lepas dari jeratan rentenir," tambah Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Besar, Heru Saputra.

Sementara itu, Ketua Baitul Misykat, Putra Chamsah mengatakan, praktek rentenir khususnya di Aceh Besar berawal dari pihak luar yang memainkan bisnis simpan pinjam secara cepat dan mudah.

Tawaran itu termakan oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat impitan ekonomi. Namun, mereka tak menyadari bahwa peminjaman itu berujung kerugian besar bagi peminjam karena bunga yang ditetapkan cukup besar yakni sekitar 145 persen per tahun.

Menurut Putra, praktek tersebut kini sudah menjalar hingga ke masyarakat di gampong. “Hasil survei yang kami pernah kami lakukan, umumnya pengambil pinjaman dari rentenir adalah mereka yang sangat membutuhkan uang dan tidak ada solusi lain," ungkap Putra Chamsah.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama itu, Baitul Mal Aceh Besar akan menghibahkan sejumlah dana melalui Baitul Misykat untuk dikelola dan disalurkan kepada pedagang kecil (nyak-nyak) tanpa dibebankan bunga apapun sesuai mekanisme dan metode yang sudah dijalankan oleh Baitul Misykat selama ini. (jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved