Minggu, 12 April 2026

Joe Biden Murka, Bersumpah Akan Buru Dalang Bom Bunuh Diri Kabul Afghanistan

Presiden AS Joe Biden pada Kamis (26/8/2021) bersumpah akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden bom bunuh diri kembar di Kabul

Editor: Amirullah
AFP
Presiden AS Joe Biden 

SERAMBINEWS.COM - Presiden AS Joe Biden pada Kamis (26/8/2021) bersumpah akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden bom bunuh diri kembar di Kabul, Afghanistan.

Ia memerintahkan Kementerian Pertahanan AS yang berkantor di Pentagon untuk segera mengembangkan rencana serangan balik.

Biden menyampaikan hal tersebut beberapa jam setelah bom bunuh diri di Kabul.

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 12 tentara AS dan melukai belasan lainnya.

ISIS-K (Khorasan), afiliasi ISIS yang berada di Irak dan Suriah, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," kata Biden di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. ((TWITTER @awvais))

Biden juga berjanji upaya evakuasi akan tetap berlanjut.

Biden tidak memberikan indikasi perubahan target penarikan AS yang jatuh tempo pada 31 Agustus.

"Saya juga telah memerintahkan para komandan pasukan untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan fasilitas ISIS-K,” ujar Biden.

“Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan, di tempat yang kami pilih dan saat yang kami pilih," imbuh Biden.

Biden bahkan berusaha menahan air mata dan suaranya bergetar karena luapan emosi saat berbicara tentang "pahlawan" AS yang gugur.

"Ini adalah hari yang berat," tuturnya.

Dirinya menambahkan, akan memberikan kekuatan tambahan jika mereka membutuhkannya.

"Apa pun yang mereka butuhkan, jika mereka membutuhkan kekuatan tambahan, saya akan memberikannya,” ungkap Biden.

Ketika ditanya apakah dia bertanggung jawab atas peristiwa dalam dua pekan terakhir, Biden mengakuinya.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved