Sabtu, 13 Juni 2026

Internasional

Perusahaan Teknologi Global Dirikan Akademi dan Pelatihan di Arab Saudi, Microsoft Sampai Apple

Perusahaan raksasa teknologi global telah menandatangani perjanjian untuk mendirikan akademi dan program pelatihan di Riyadh, Arab Saudi.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Muhammad Khurram Khan, Profesor keamanan siber di Universitas King Saud dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman yang memegang HP jadul dan canggih. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Perusahaan raksasa teknologi global telah menandatangani perjanjian untuk mendirikan akademi dan program pelatihan di Riyadh, Arab Saudi.

Hal itu dinilai sebagai langkah penting yang akan mengubah Arab Saudi menjadi pusat teknologi terkemuka, kata para ahli.

“Inisiatif baru ini untuk menetapkan dasar bagi Kerajaan untuk menjadi salah satu dari lima negara teratas di dunia, yang memang terpuji,” kata Muhammad Khurram Khan.

Profesor keamanan siber di Universitas King Saud kepada Arab News, Jumat (27/8/2021) menjelaskan kesepakatan itu sangat penting bagi Arab Saudi.

Disebutkan, semua program semacam itu akan mengubah Arab Saudi menjadi pusat teknologi terkemuka global yang mendukung tujuan ambisius Visi 2030.

Arab Saudi pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan serangkaian inisiatif teknologi.

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Pesawat Survei Geofisika, Mendata Deposit Mineral Bawah Bumi

Dengan tujuan meningkatkan keterampilan digital 100.000 anak muda Arab Saudi pada tahun 2030.

Inisiatif tersebut diperkenalkan pada acara teknologi “Launch” yang diselenggarakan bersama.

Mulai dari Federasi Keamanan Siber, Pemrograman, dan Drone; Kementerian Komunikasi dan Informatika; dan Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (IA) Saudi

Perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Apple, Google, IBM, Oracle, CISCO, dan Amazon akan membantu menciptakan pusat kemampuan digital.

Bahkan, pusat inovasi untuk perusahaan rintisan teknologi di Kerajaan.

Akademi pertama yang akan diluncurkan adalah Apple Academy.

"'Peluncuran ini untuk mengubah Arab Saudi menjadi ekonomi berbasis pengetahuan," kata Khan.

“Inisiatif ini didukung oleh sejumlah besar program yang mencakup mendirikan akademi pelatihan,
jelasnya.

Dikatakan, peluncuran bootcamp, hackathon, dan dukungan kewirausahaan kepada talenta lokal untuk memacu budaya startup di negara ini.

Program dan pelatihan pengembangan keterampilan yang ditawarkan oleh raksasa teknologi global terkemuka akan meningkatkan keterampilan pemrograman untuk bakat lokal, kata Khan.

Disebutkan juga, akan memelihara pola pikir kewirausahaan dan mendorong inovasi.

“Inisiatif ini juga akan berkontribusi untuk memperkuat keamanan siber, AI, drone, dan ekosistem pengembangan game yang setara dengan negara maju lainnya,” katanya.

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Saudi Abdullah Al-Sawaha meluncurkan chip pintar pertama buatan Saudi.

Akan digunakan dalam aplikasi militer, sipil, dan komersial.

Baca juga: Arab Saudi Sesalkan Pemutusan Hubungan Aljazair dan Maroko

Selain itu, Menkominfo mendirikan Program Pengembangan Teknologi Nasional dengan tujuan menjadikan Kerajaan sebagai negara teknologi terdepan di dunia.

Dana eWTP Arab Saudi-China, yang berupaya mendukung startup teknologi di Kerajaan, juga diresmikan di acara peluncuran tersebut.

Dalam perkembangan lain di acara tersebut, inisiatif 1.000 Tuwaiq diluncurkan untuk mendirikan 40 kamp pelatihan di seluruh Arab Saudi, menargetkan 10.000 talenta teknis.

“Penandatanganan perjanjian oleh perusahaan teknologi global akan membantu meningkatkan kemampuan digital nasional," kata Osama Ghanem Al-Obaidy.

Penasihat dan profesor hukum di Institut Administrasi Publik di Riyadh itu juga menyebutkan akan menjadi pusat inovasi digital dalam pemrograman,

“Ini akan meningkatkan kepercayaan antara perusahaan teknis dan startup di satu sisi, dan lembaga pembiayaan di sisi lain," jelasnya.

Menurut Al-Obaidy, melatih pemuda Saudi dalam keamanan siber, pemrograman, kecerdasan buatan, dan video game di akademi akan mendukung orang Saudi yang berbakat.

Termasuk para wanita, karena juga akan membuka peluang baru bagi investor.

“Lulusan akademi ini akan memiliki keterampilan dan pelatihan yang tepat yang dibutuhkan oleh pasar kerja,” kata Al-Obaidy.

“Juga akan meningkatkan perekrutan orang Arab Saudi," tambahnya.

Dijelaskan, akan memiliki dampak positif pada ekonomi Arab Saudi, diversifikasi, transfer pengetahuan, dan peningkatan partisipasi wanita di pasar kerja.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial, Saad Al-Hammad, mengatakan:

"Keputusan untuk melokalkan sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi dan profesi layanan pelanggan akan berdampak besar bagi Kerajaan.

Al-Hammas menjelaskan juga sebagai bagian dari serangkaian keputusan Saudisasi oleh kementerian untuk berbagai sektor.

Sehinga, akan mampu menyediakan 20.000 pekerjaan pada akhir tahun depan.

Al-Hammad mengatakan keputusan tersebut telah menyediakan 8.000 pekerjaan di sektor swasta.

Keputusan itu diambil bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Ekspatriat dari 20 Negara, Termasuk Indonesia

Seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Komunikasi dan Informatika, dan Otoritas Keamanan Siber Nasional.

“Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial bertujuan untuk membatasi outsourcing layanan semacam itu di luar Kerajaan,” kata Al-Obaidy.

“Ini bertujuan untuk mendukung ekonomi Saudi, meningkatkan nilai peluang kerja, dan melindungi data dan informasi serta meningkatkan pengalaman pelanggan," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved