Minggu, 31 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Ekspatriat dari 20 Negara, Termasuk Indonesia

Kerajaan Arab Saudi, Selasa (24/8/2021) mencabut larangan terbang langsung terhadap ekspatriat dari 20 negara.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Pesawat Boeing Dreamliner lepas landas dari Riyadh, dan Jeddahl Arab Saudi ke Bandara Heathrow, Inggris dan Bandara Dubai, UEA pada Kamis (3/6/2021). 

SERAMBINEWS.COM JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi, Selasa (24/8/2021) mencabut larangan terbang langsung terhadap ekspatriat dari 20 negara.

Sebuah keputusan yang telah diambil pada Februari 2021 untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Badan Konsuler Kementerian Luar Negeri mengatakan keputusan itu hanya berlaku untuk ekspatriat yang divaksinasi penuh di Arab Saudi sebelum berangkat ke negara asalnya.

Larangan itu mengecualikan warga negara Saudi, diplomat asing, praktisi kesehatan, dan keluarga mereka.

Pengumuman itu muncul ketika Arab Saudi mencatat tujuh kematian baru terkait Covid-19 pada Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Arab Saudi Temukan 22.345 Pelanggaran Protokol Kesehatan, Tertinggi Tercatat di Ibu Kota Riyadh

Sehingga, meningkatkan jumlah total kematian menjadi 8.497.

Dilansir ArabNews, ekspatriat yang ingin kembali ke Kerajaan harus menjalani semua tindakan kesehatan.

Untuk memastikan mereka bebas dari infeksi, tambah agensi tersebut.

Larangan masuk langsung diberlakukan karena lonjakan global dalam kasus yang terkait dengan varian baru yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil.

Selain, kekhawatiran atas vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif terhadap mereka.

Larangan yang dicabut mencakup UEA, Mesir, Lebanon, Turki, AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan.

Baca juga: Diriyah Dukung Pengembangan Bisnis Pemuda, Gandeng Bank Pembangunan Sosial Arab Saudi

Kemudian, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang.

Ini juga berlaku untuk pelancong yang telah transit melalui salah satu dari 20 negara dalam 14 hari sebelum kunjungan yang direncanakan ke Kerajaan.

Banyak penumpang telah menggunakan Dubai sebagai pusat transit dari negara-negara di mana tidak ada penerbangan langsung ke Arab Saudi.

Sebuah opsi yang tidak lagi tersedia setelah larangan itu berlaku.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved