Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Begini Cara Disdik Aceh Terapi Anak Autis ke SLB di Banda Aceh dan Aceh Besar

Tim ini terdiri atas sebelas terapis autis dan satu dokter yang memiliki kualifikasi profesional dalam bidang terapi Applied Behaviour Analysis

Penulis: Mursal Ismail | Editor: Mursal Ismail
Disdik Aceh/For Serambinews.com
Tim Terapis Autis Disdik Aceh dan dokter sedang di salah satu SLB 

Pelaksanaan assesmen ini menggunakan Asesmen milestone VB-MAPP dari Mark L. Sundberg, Ph.D., BCBA-D, dengan mengisi scoring form sesuai dengan butir instrument.

Menurutnya, ada 170 milestone yang diasesmen, di mana milestone tersebut dibagi menjadi 3 level.

"Nah, level ini yang menentukan kebutuhan belajar anak nantinya,” timpal Tenaga Terapis Autis Disdik Aceh lainnya, Rosnaini.

Setelah rangkaian assessment selesai dijalankan, maka selanjutnya adalah pengambilan keputusan diagnosa yang dilakukan dokter.

Baca juga: Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Kembali Fungsikan Pusat Layanan Autis

“Peran saya sebagai dokter praktisi Biomedical Intervention Therapy (BIT) adalah melakukan Alloanaesis pada orang tua anak penyandang Autistic Spectrum Disorder (ASD)," tambah Riza.

Menurut Riza, selaku dokter dalam tim terapis autis Disdik Aceh ini, dirinya menanyakan informasi dari orang tua mengenai ciri-ciri serta perilaku yang ditujukkan oleh anak, seperti kemampuan bicara atau bahasa.

Begitu juga interaksi sosial, kemampuan bermain dan ketidak mampuan anak dalam menunjukkan minat yang biasanya bersifat repetitif/ stimming dan terbatas.

"Tentunya harus didukung juga dengan informasi tentang riwayat tumbuh kembang anak, riwayat saat kehamilan hingga persalinan.

Tidak cukup sampai disitu, saya juga memberikan informasi mengenai diet bagi anak ASD, yaitu diet casein free, gluten free, dan sugar free (CFGFSF),” jelas Riza. 

Tim terapis diharap jadi partner sekolah

Sementara itu, Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM melalui Plt Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, SPd, MSi, mengatakan asesmen ke beberapa SLB di Banda Aceh dan Aceh Besar ini merupakan program baru Disdik Aceh

Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2 Agustus 2021 hingga kini. 

Pasalnya, hingga kini sistem pendidikan formal masih menghadapi banyak tantangan dalam mengakomodasi kebutuhan anak-anak penyandang autisme.

Muksalmina mengatakan sebagian besar SLB di Aceh hingga kini belum memiliki sumber daya terapis.

Oleh karena itu, tim terapis yang telah dibentuk ini diharapkan dapat menjadi partner sekolah dalam memberikan layanan terbaik untuk anak-anak autis. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved