Nilam
Diminati Prancis, Aceh Tamiang Perluas Lahan Budidaya Nilam
Mursil menjelaskan pakar tersebut merupakan Syaifullah Muhammad yang saat ini menjabat Direktur Bisnis USK/Ketua ARC PT Nilam Aceh.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
“Kondisi harga yang rendah ini berlangsung lama, sehingga banyak petani kita mengalihkan lahan nilamnya menjadi sawah dan tanaman lainnya,” kata Syahrial.
Syahrial mengungkapkan rendahnya harga ini perlahan membaik dan saat ini untuk kualitas terbaik dihargai Rp 670 ribu.
Peningkatan harga yang cukup signifikan ini pun mulai kembali menarik minat petani untuk memfungsikan lahannya melakukan budidaya nilam.
Syahrial yang merupakan Wakil Ketua I Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang mengungkapkan nilam merupakan tanaman yang pernah sangat berjaya di Aceh Tamiang karena digunakan untuk terapi kesehatan.
“Zaman andong (nenek) kami sudah sering digunakan untuk sauna, memang dulu nilam terbaik dari Aceh Tamiang,” kata Syahrial. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f0824bapp.jpg)