Jumat, 17 April 2026

Internasional

Amerika Serikat Kutuk Milisi Houthi, Serangan Drone dan Rudal Terus Berlanjut ke Arab Saudi

Pemerintah Amerika Serikat (AS), Rabu (1/9/2021) mengutuk milisi Houthi yang terus menyerang Arab Saudi dengan drone dan rudal tanpa henti.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Pemerintah Amerika Serikat (AS), Rabu (1/9/2021) mengutuk milisi Houthi yang terus menyerang Arab Saudi dengan drone dan rudal tanpa henti.

Serangan terbaru menghantam Bandara Internasional Abha yang melukai delapan orang dan merusak satu pesawat penumpang pada Selasa (31/8/2021).

Dilansir SPA, Rabu (1/9/2021), Koalisi Arab Saudi sebenarnya berhasil mencegat dua drone bersenjata yang menargetkan bandara Abha.

Kemudian, sebuah rudal balistik yang menargetkan kota Najran, dimana keduanya diluncurkan oleh milisi Houthi dari Yaman.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengutuk keras serangan terhadap Arab Saudi.

Baca juga: Milisi Houthi Serang Bandara Abha dan Najran, Satu Pesawat Penumpang Arab Saudi Rusak

“Kami sekali lagi menyerukan kepada milisi Houthi untuk menegakkan gencatan senjata dan terlibat dalam negosiasi di bawah naungan PBB,” katanya.

Menggemakan pesan Blinken, misi AS mendesak milisi Houthi untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil, dan berharap para korban cepat sembuh.

Serangan serupa awal tahun ini, menyebabkan sebuah pesawat penumpang terbakar.

Hal itu langsung memicu serangkaian kecaman terhadap milisi Houthi, terutama di antara sekutu Teluk Kerajaan.

Bahrain juga mengutuk serangan itu dengan menggambarkan tindakan Houthi sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan norma internasional.

Kementerian Luar Negeri Bahrain memuji efisiensi pasukan pertahanan Arab Saudi.

Baca juga: Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Yaman Bahas Serangan Milisi Houthi

Dikatakan, Bahrain mendukung Kerajaan dalam semua tindakan untuk menjaga keamanannya.

UEA juga mengecam milisi Houthi karena menargetkan warga sipil dengan cara yang sistematis dan disengaja.

Kementerian luar negeri UEA mengatakan tindakan pengecut itu dapat mengancam nyawa warga sipil dan penumpang.

Qatar, tetangga Teluk, juga mengecam keras serangan terhadap bandara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved