Kamis, 9 April 2026

Interrnasional

Arab Saudi Kirim 2.000 Tabung Oksigen ke Tunisia, Seusai Permintaan Presiden Tunisia

Kerajaan Arab Saudi mengirim 2.000 tabung oksigen ke Tunisia untuk membantu para pasien Covid-19. Dilansir SPA, Rabu (1/9/2021), satu pesawat Boeing

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Petugas menjaga persiapan memasukkan tabung oksigen ke pesawat Boeing Dreamliner sebelum menuju Tunisia, Rabu (1/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengirim 2.000 tabung oksigen ke Tunisia untuk membantu para pasien Covid-19.

Dilansir SPA, Rabu (1/9/2021), satu pesawat Boeing Dreamline mengangakut 2.000 tabung oksigen meninggalkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menuju Tunisia.

Bantuan itu untuk membantu sektor kesehatan Tunisia yang sudah mulai mengalami krisis.

Juga telah sesuai dengan arahan Raja Salman yang telah menerima telepon Presiden Tunisia yang meminta bantuan ke Arab Saudi.

Gelombang pertama oksigen dikirim oleh Pusat Kemanusiaan Raja Salman.

Baca juga: Arab Saudi Kirim 608.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Tunisia

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan sektor kesehatan Tunisia dan mengatasi dampak virus Corona.

Kontribusi ini mencerminkan hubungan yang solid antara kepemimpinan kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Tunisia Kais Saied pada Minggu (28/8/2021) menerima Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk urusan Afrika, Ahmad bin Abdul Aziz Qattan, dan delegasinya

Qattan menyampaikan kepada presiden salam dari Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dikatakan, keduanya mengharapkan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran Tunisia.

Dalam pertemuan tersebut, Qattan menjelaskan arahan pimpinan Arab Saudi.

Baca juga: Pasukan Keamanan Tunisia Tangkap Perencana Pembunuhan Presiden Kais Saied

Untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan sektor kesehatan di Tunisia dalam memerangi pandemi virus Corona.

Saied memuji hubungan historis antara kedua negara.

Dia menyampaikan terima kasihnya kepada Raja Salman dan putra mahkota.

Atas bantuan kepada Tunisia dan rakyat Tunisia dalam keadaan sulit ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved