Komisi V DPRA Sorot Penanganan Kasus Covid-19 di Aceh
Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani menyorot Pemerintah Aceh dalam penanganan wabah Covid-19 yang mana kasus corona
BANDA ACEH - Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani menyorot Pemerintah Aceh dalam penanganan wabah Covid-19 yang mana kasus corona terus meningkat.
"Bahkan dalam sepekan ini Aceh mendapat sorotan dari banyak pihak termasuk pemerintah pusat terkait perkembangan kasus Covid-19," katanya kepada Serambi, Selasa (31/8/2021).
Satgas Covid-19, kata Falevi, merilis data positivity rate dan menempatkan Aceh yang tertinggi secara nasional, yaitu pada angka 51,55 persen. Artinya dalam 100 orang yang dites swab, 51 orang terkonfirmasi positif. Angka positivity rate yang sangat tinggi tersebut tentu saja sangat mengkhawatirkan semua pihak. Pemerintah pusat juga menyebut Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang kasus positif Covid-19 trend-nya belum menurun.
"Namun fakta ini sepertinya tidak mendapat respons serius dari Pemerintah Aceh, khususnya dari Gubernur," kata Falevi.
Menurut Falevi, saat Aceh mendapat sorotan tajam dari pemerintah pusat terkait kinerja penanganan Covid-19, Pemerintah Aceh hanya diam. "Beda dengan gubernur provinsi lain yang hampir tiap hari bicara penanganan Covid-19 dan dampaknya. Tapi Gubernur Aceh terlalu sibuk dengan agenda politik dan lobi-lobi investasi, seperti bertemu menteri, pengusaha serta politisi," ujarnya.
Selain itu, Falevi juga mengkritik Gubernur Nova yang menghabiskan waktu hingga sepekan di Jakarta di saat Covid-19 sedang memburuk di Aceh.
"Ini menunjukkan bahwa Gubernur Nova tidak menempatkan penanganan Covid-19 sebagai skala prioritas kerja Pemerintah Aceh," tegas politikus muda PNA ini.
Terkait kinerja penanganan Covid-19, sambungnya, selama ini Pemerintah Aceh nyaris berjalan autopilot, seperti tak punya gubernur. "Karena itu kami meminta kepada Gubernur Nova untuk sementara waktu jangan sibukkan diri dengan investasi. Fokus dulu pada penanganan Covid-19, lakukan 3T secara masif," pintanya.(mas)