Breaking News:

Banda Aceh dan Aceh Besar Zona Oranye

Peta Zonasi Risiko Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh membaik. Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar kini menjadi zona oranye

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Saifullah Abdulgani 

BANDA ACEH - Peta Zonasi Risiko Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh membaik. Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar kini menjadi zona oranye, zona risiko sedang peningkatan kasus infeksi virus corona. Sebelumnya, dua daerah anglomerasi itu masih zona merah, yaitu zona risiko tinggi kasus Covid-19.

“Peta zonasi kita sebut membaik karena zona merah di Aceh tinggal empat dari tujuh kabupaten/kota pada pekan lalu,” ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada awak media di Banda Aceh, Rabu (1/9/2021).

Dia menjelaskan, selain Banda Aceh dan Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Sabang juga berhasil keluar dari zona merah dan menjadi zona oranye. Sementara Aceh Tamiang, Langsa dan Lhokseumawe, berdasarkan analisis Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, masih tetap zona merah.

Aceh Selatan yang zona oranye justru kini menjadi zona merah di Aceh. Sementara Bener Meriah dan Aceh Barat Daya, statusnya meningkat dari zona kuning atau zona risiko rendah, menjadi zona oranye.

Juru Bicara Covid-19 yang akrab disapa SAG itu mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 Aceh saat ini terbagi dalam dua zona, merah dan oranye. Zona merah meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan 19 kabupaten/kota lainnya merupakan zona oranye.

Zona oranye, dia katakan, bukanlah zona yang aman bagi masyarakat setempat atau bagi masyarakat yang memasuki wilayah itu. Di zona ini transmisi lokal dan transmisi kasus Covid-19 dari luar (imported case) masih mungkin terjadi dengan cepat. Kluster-kluster baru mesti terpantau dan dikontrol melalui testing dan tracing yang agresif.

Masyarakat yang tinggal atau memasuki daerah zona merah, risiko tertular virus corona jauh lebih tinggi. Di zona ini transmisi lokal sedang terjadi dengan cepat. Wabah sedang menyebar secara luas dan banyak terbentuk kluster-kluster baru. Testing dan tracing angresif mutlak diperlukan terhadap mereka yang menunjukkan gejala demam atau kontak erat Covid-19.

Lebih lanjut SAG mengatakan, testing dan tracing tentu saja dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten/kota dan dibantu Satgas dan relawan gampong, tapi juga perlu dukungan penuh dari masyarakat. Selain bersedia diperiksa dan diswab, masyarakat juga harus mengurangi mobilitas dan tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat.

“Zona merah dan oranye sangat mungkin bisa diubah menjadi zona kuning dan bahkan Aceh menjadi zona hijau melalui kolaborasi Satgas Penanganan Covid-19 dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur SAG.

Jubir Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, selanjutnya melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh yang telah mencapai 33.246 orang per 1 September 2021.

Pasien Covid-19 yang sedang dirawat sebanyak 6.663 orang, para penyintas (yang sudah sembuh) sebanyak  25.094 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 1.489 orang.

Data kasus akumulatif tersebut termasuk kasus positif baru harian yang bertambah kemarin sebanyak 310 orang. Pasien yang sembuh bertambah 298 orang, dan penderita Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi 17 orang. Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 298 orang. “Pasien yang meninggal di Aceh bertambah lagi 17 orang,” tambahnya.

SAG menuturkan, 17 kasus meninggal dunia itu meliputi warga Aceh Besar tujuh orang, Banda Aceh lima orang, Aceh Tamiang dua orang, warga Langsa, Nagan raya, dan warga Aceh Selatan masing-masing satu orang.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.911 orang. "Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.723 orang, sedang isolasi di rumah 164 orang, dan 24 orang sedang diisolasi di rumah sakit," tutupnya.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved