Rabu, 15 April 2026

Guru Ngaji, Pengurus Masjid, dan Penghulu yang Menolak Divaksin Dilarang Bertugas

Penolakan vaksinasi oleh beberapa kalangan ternyata juga terjadi di Negara Bagian Selangor Darul Ehsan, Malaysia

Editor: bakri
FACEBOOK SELANGOR ROYAL OFFICE
Sultan Selangor, Sharafuddin Idris Shah Alhaj, mengeluarkan maklumat tentang kewajiban vaksinasi Covid-19 bagi seluruh pekerja di sektor publik, termasuk guru ngaji, pengurus masjid, dan penghulu. 

* Cara Selangor Perangi Covid-19

Penolakan vaksinasi oleh beberapa kalangan ternyata juga terjadi di Negara Bagian Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Hal ini membuat Sultan Selangor, Sharafuddin Idris Shah, mengeluarkan peringatan keras, melarang orang-orang yang menolak divaksin untuk menjalankan tugas mereka.

Pernyataan keras Sultan Selangor itu disampaikan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook Selangor Royal Office (Kantor Kerajaan Selangor), Kamis (2/9/2021) sore. “Saya sudah menerima laporan terperinci dari Direktur Departemen Agama Islam Selangor (JAIS) tentang informasi asupan vaksin Covid-19 di antara para guru KAFA (Guru Kelas Alquran dan Fardhu Ain-red), pejabat masjid dan surau, serta jurunikah di Negara Bagian Selangor di bawah administrasi JAIS,” tulis Sultan mengawali postingan berjudul “Kenyataan Akhbar (Siaran Pers) D.Y.M.M. Sultan Selangor.

Berdasarkan laporan itu, kata Sultan, diketahui sebanyak 326 guru KAFA belum menerima suntikan vaksin Covid-19. Sementara itu, 95 guru KAFA menolak menerima suntikan vaksin. Kemudian, sebanyak 59 pengurus masjid belum divaksinasi dengan vaksin Covid-19, dengan 11 lainnya menolak. Selanjutnya, 9 jurunikah belum divaksinasi dan 6 telah diidentifikasi menolak menerima vaksin.

Sultan pun meminta Dinas Kesehatan Selangor dapat mempercepat proses vaksinasi Covid-19 bagi para guru KAFA, pengurus masjid, dan jurunikah di Negeri Selangor. “Bagi orang-orang ini yang memilih untuk tidak divaksinasi, saya sangat sedih karena mereka akan membahayakan diri mereka sendiri dan masyarakat,” ujarnya.

Sultan merasa khawatir jika masih ada guru KAFA yang tidak divaksinasi, karena akan merugikan siswa. “Orang-orang ini harus tahu bahwa jika seseorang terinfeksi virus Covid-19, suntikan vaksin akan dapat mencegah mereka menerima efek yang lebih buruk dan dapat mencegah kematian,” ujarnya.

Sultan juga mengatakan, sebagian besar kematian akibat Covid-19 di Negara Bagian Selangor adalah orang-orang yang belum divaksinasi. “Saya ingin mengingatkan para guru KAFA yang masih keras kepala, mereka menghadapi kemungkinan tidak diizinkan untuk melanjutkan tugasnya. Begitu pula dengan petugas masjid dan jurunikah yang menolak divaksinasi, mereka juga menghadapi tindakan yang sama,” tegas Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj.

Sultan menerima laporan, ada 268 guru sekolah dasar nasional dan 182 guru sekolah menengah nasional di Negara Bagian Selangor yang juga menolak untuk divaksinasi. Tindakan ini, kata Sultan, dapat membahayakan siswa sekolah dasar nasional dan sekolah menengah nasional di Negara Bagian Selangor, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pihak berwenang.

Sultan mengatakan, para dokter telah mengkonfirmasi bahwa vaksin ini adalah satu-satunya cara untuk memerangi penyebaran pandemi Covid-19 saat ini. Pemerintah juga berupaya membangun kekebalan klaster untuk mengurangi risiko infeksi yang lebih parah di masa depan.

Sultan Sharafuddin juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir atau ragu-ragu untuk mendapatkan vaksin tersebut dan menjelaskan bahwa isu terkait vaksin Covid-19 telah berkali-kali disebutkan dalam khutbah Jumat dan pernyataan pers yang dikeluarkan olehnya. (syamsul azman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved