Breaking News:

Internasional

IMF Blokir Dana Bantuan ke Taliban Sebesar Rp 6,2 Triliun

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memblokir Taliban dari mengakses dana cadangan darurat baru sekitar 440 juta dolar AS atau Rp 6,27 triliun.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Dana Moneter Internasional (IMF) telah memblokir Taliban dari mengakses dana cadangan darurat baru sekitar 440 juta dolar AS atau Rp 6,27 triliun.

Atau Hak Penarikan Khusus, yang dikeluarkan oleh pemberi pinjaman global bulan lalu.

Bank for International Settlements, yang menurut para ahli juga memegang sekitar 700 juta dolar AS atau sekitar Rp 10 trilun dana cadangan Afghanistan.

Bank itu mengatakan merupakan kebijakannya untuk tidak mengakui atau mendiskusikan hubungan pihaknya dengan Taliban.

Adnan Mazarei, mantan wakil direktur IMF dan sekarang rekan di Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional, mengatakan IMF tidak dapat bertindak.

Kecuali, dewannya memberikan suara, begitu Afghanistan memiliki pemerintahan yang diakui secara internasional.

Baca juga: Inggris Ingin Bangun Jalur Komunikasi Langsung dengan Taliban, Pemerintah Tetap Tidak Diakui

Dia mengatakan bank sentral biasanya tidak menyentuh cadangan SDR kecuali sebagai upaya terakhir.

Bahkan Iran, yang berjuang di bawah sanksi internasional yang kuat, belum menggunakan cadangan darurat IMF, katanya.

Brian O'Toole, mantan pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan pelepasan aset Afghanistan tidak akan menyelesaikan masalah besar Afghanistan.

"Mengeluarkan dana itu saja tidak menstabilkan ekonomi Afghanistan, atau melakukan hal seperti itu," jelasnya.

"Apa yang dilakukan, memberi Taliban akses ke miliaran dolar,"katanya.

"Saya tidak berpikir akan ada banyak selera di AS untuk melakukan itu, juga seharusnya tidak ada," harapnya.(*)

Baca juga: Pejabat Taliban Minta Presiden Joe Biden Buka Kembali Kedubes AS di Kabul

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved