Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Pejabat Taliban Minta Presiden Joe Biden Buka Kembali Kedubes AS di Kabul

Pejabat Taliban meminta Presiden AS Joe Biden membuka kembali Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul, Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat berpidato pada konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban. (Foto: AFP) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Pejabat Taliban meminta Presiden AS Joe Biden membuka kembali Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul, Afghanistan.

Meskipun ada desakan, hubungan diplomatik dengan AS akan bergantung pada prilaku Taliban.

"Amerika seharusnya hanya memiliki kehadiran diplomatik di Kabul," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada outlet media Afghanistan.

“Kami memiliki saluran komunikasi dengan mereka, dan kami berharap mereka membuka kembali kedutaan di Kabul," tambahnya.

"Kami juga ingin memiliki hubungan perdagangan dengan mereka,” harapnya, seperti dilansir Business Insider, Kamis (2/9/210).

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berharap Taliban mengizinkan orang Amerika di negara itu pergi.

Baca juga: Presiden Joe Biden Tidak Akan Perpanjang Perang dan Jalan Keluar Untuk Afghanistan

Blinken berharap Taliban dapat mengurangi pelanggaran hak asasi manusia.

Tetapi pemerintah As menyatakan tidak akan mengambil janji-janji bagi para militan begitu saja.

Penarikan dan relokasi diplomat Amerika dari Kabul ke Qatar, negara Teluk Arab sebagai tanda ketidakpercayaan yang paling terlihat.

“Mengingat lingkungan keamanan yang tidak pasti dan situasi politik di Afghanistan, itu adalah langkah yang bijaksana untuk diambil,” kata Blinken.

“Untuk saat ini, kami akan menggunakan pos di Doha untuk mengelola diplomasi dengan Afghanistan," tambahnya.

"Termasuk urusan konsuler, mengelola bantuan kemanusiaan, dan bekerja dengan sekutu, mitra, dan pemangku kepentingan regional dan internasional," ujar Blinken.

"Juga untuk mengkoordinasikan keterlibatan dan pesan kami kepada Taliban,” tambahnya.

Baca juga: Presiden Joe Biden Kembali Keluarkan Perintah, Militer Dapat Lakukan Apapun di Afghanistan

Para pejabat Taliban telah membuat catatan yang diharapkan selama evakuasi warga di bandara Kabul.

“Taliban sudah mencatat tanggapan berbeda dari sebagian besar komunitas internasional dibandingkan pertama kali,” kata seorang pejabat intelijen Indo-Pasifik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved