Selasa, 21 April 2026

Babak Baru Taliban

Amerika Copot Roda dan Baling-baling Pesawat yang Ditingalkan di Afghanistan, Taliban Marah

Sementara burung besi lainnya diletakkan menghadap ke arah landasan pacu dengan posisi roda pendaratan dilepaskan.

Editor: Ansari Hasyim
AFP/Hoshang Hashimi
Pejuang Taliban berada di atas kendaraan Humvee dalam rapat umum di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Selain pesawat, "Negeri Uncle Sam" meninggalkan 70 kendaraan anti-penyergapan dan ranjau, 27 Humvee, dan 200 warganya di Afghanistan.

Berdasarkan inspeksi AS pada 30 Juni, pasukan Afghanistan mengoperasikan 167 pesawat, termasuk 108 helikopter.

Sebelum Kabul jatuh pada 15 Agustus, Uzbekistan membenarkan pasukan pemerintah mengirim 46 ke wilayah mereka.

Dilansir Daily Mail Kamis (2/9/2021), Pentagon menjelaskan baling-baling maupun persenjataan dicabut dari pesawat.

Usai Wawancara dengan Taliban, Penyiar TV Ini Akhirnya Kabur ke Qatar

Sementara burung besi lainnya diletakkan menghadap ke arah landasan pacu dengan posisi roda pendaratan dilepaskan.

Sekitar 48 pesawat dan helikopter yang disita Taliban dilaporkan tidak diketahui kelaikan kondisinya.

Kebanyakan dibangun pada 1980-an. Butuh perawatan ekstra untuk membuat mereka laik terbang, apalagi terjun ke pertempuran.

Jika Taliban sampai mendapatkan ke-48 pesawat dalam keadaan prima, mereka mengungguli 10 sampai 30 negara anggota NATO.

Krisis Pangan, 14 Juta Rakyat Afghanistan Terancam Kelaparan Setelah Taliban Berkuasa

Menyusul tindaka tentara AS itu, kelompok Taliban marah dan merasa kecewa kepad AS karena meninggalkan helikopter dan pesawat dalam keadaan sudah dipreteli.

Pasukan AS melakukan demiliterisasi angkatan udara mereka di Afghanistan, sebelum angkat kaki pada 30 Agustus malam waktu setempat.

Tersisa setidaknya 48 pesawat yang kemudian disita oleh milisi. Tidak diketahui berapa banyak yang masih beroperasi.

Al Jazeera yang berkesempatan tur ke bandara melaporkan, demiliterisasi yang dilakukan militer AS membuat milisi marah-marah.

Dalam laporannya, presenter Charlotte Beliis mengatakan Taliban berharap AS meninggalkan helikopter dan pesawat mereka dalam keadaan utuh.

"Saya kemudian menanyakan kenapa kalian mengira Amerika akan meninggalkan pesawatnya dalam keadaan beroperasi untuk kalian."

"Mereka menjawab 'kami yakin ini adalah aset nasional. Kami adalah pemerintah sekarang. Kami tentu akan menggunakannya dengan baik," kata Beliis.

Beliis melanjutkan, milisi kecewa dan merasa dikhianati karena mendapatkan warisan persenjataan udara yang sudah dipreteli.

Lebih lanjut, Beliis melaporkan milisi berharap sisi komersial bandara bisa beroperasi secepatnya, sehingga warga bisa bepergian.(*)

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul AS Preteli Helikopter dan Pesawatnya, Taliban Marah-marah

BERITA TERKAIT LAINNYA

Baca juga: Ria Ricis dan Teuku Ryan Segera Wujudkan Keinginan Mendiang Sang Ayah, Undangan Lamarannya Beredar

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Ditemukan di Mobil Masih Misteri, Yosef & Istrinya Diperiksa Psikologi

Baca juga: Muzakir Manaf Lantik Pengurus KONI Gayo Lues, Dua Cabang Olahraga Tampil di Hadapan Para Tamu

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved