Berita Pidie
Pemkab 3 Tahun tak Plot Dana OP di Bagian SDA PUPR Pidie, Penanganan Saluran Rusak tak Ditangani
Apalagi Pidie merupakan kawasan pertanian yang luas areal tanam mencapai 25.660 hektare lebih.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Apalagi Pidie merupakan kawasan pertanian yang luas areal tanam mencapai 25.660 hektare lebih.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie sudah tiga tahun tidak memplot dana dana operasi pemeliharaan (OP) pada Bagian Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pidie.
Padahal dana tersebut wajib diplotkan setiap tahun untuk penanganan skala kecil terhadap kerusakan saluran pertanian.
Apalagi Pidie merupakan kawasan pertanian yang luas areal tanam mencapai 25.660 hektare lebih.
Luas areal sawah itu menyebar dalam 23 kecamatan di Kabupaten Pidie.
"SDA PUPR Pidie tidak bisa menangani sarana pertanian seperti penyadapan air di saluran.
Penyadapan air kan tidak mungkin kita laporkan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera I," kata Kabid SDA Dinas PUPR Pidie, Darwinsyah Arida, kepada Serambinews.com, Sabtu (4/9/2021).
Menurutnya, penyadapan air pada saluran merupakan kerusakan kecil yang semestinya ditangani bagian SDA.
Kerusakan saluran yang berskala kecil itu biasanya ditangani dengan dana OP yang bersumber dari APBK.
Dana OP biasanya dianggarkan setiap tahun Rp 800 juta.
"Tapi, dana OP sudah tiga tahun tidak dianggarkan sehingga jika ada laporan warga tidak bisa kita tangani," jelasnya.
Menurutnya, dana OP wajib dianggarkan setiap tahun. Dengan adanya dana OP bisa langsung ditangani dan akan nampak adanya kerja pemerintah saat adanya laporan petani untuk menangani sarana pertanian yang rusak.
Apalagi, kata Darwinsyah, SDA PUPR Pidie adanya kasi yang mengelola dana OP. Tapi, karena dana OP tidak dianggarkan, sehingga Kasi OP tidak ada aktivitas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/irigasi-tangkueng-pidie.jpg)