Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Antisipasi DBD, Unsam Tawarkan Cairan Anti Nyamuk Berbahan Serai

Ekstrak daun serai ini dinilai sangat bermanfaat mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Dok Unsam
Cairan anti nyamuk dari serai yang dibuat Tim KPM Fakultas Teknik Unsam di Aceh Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Samudra (Unsam) menawarkan cairan anti nyamuk berbahan daun serai.

Ekstrak daun serai ini dinilai sangat bermanfaat mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti. Secara klinis, cairan ini dinyatakan lebih berkhasiat dibanding cairan serupa yang diproduksi secara pabrikasi.

“Pada umumnya produk obat nyamuk yang berada di pasaran mengandung bahan kimia seperti DEET, Propoxur, DDVP (dichlorvos) yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan,” kata Ketua PKM Fakultas Teknik Unsam, Nirmala Sari, Minggu (5/9/2021).

Irma, sapaannya melanjutkan penggunaan obat yang mengandung zat kimia secara terus menerus akan membuat zat tersebut terakumulasi di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.

“Oleh karena itu tim PKM melakukan pembuatan obat pengusir nyamuk dengan menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan serta aman bagi kesehatan adalah daun serai (Cymbopogon citratus),” lanjut Irma didampingi dua amggota PKM Fajriani, dan Ida Ratna Nila.

Irma menyatakan timnya sengaja memperkenalkan ekstrak daun ini karena sudah memasuki musim penghujan yang berisiko meningkatkan kemunculan nyamuk.

Baca juga: Mayat tanpa Kepala dan Lengan dalam Boat yang Terdampar di Pulo Aceh Diduga Berasal dari Thailand

Baca juga: Taliban Bubarkan Demontrasi Kaum Perempuan Afghanistan dengan Gas Air Mata dan Semprotan Merica

Baca juga: Naik Pesawat Via Bandara SIM Blangbintang Wajib Bawa Sertifikat Vaksin dan Hasil Tes PCR

“Pembuatan obat pengusir nyamuk dari ekstrak daun serai (cymbopogon citratus) sebagai tindakan pencegahan penyakit DBD,” lanjutnya.

Dia menjelaskan tanaman serai merupakan tanaman yang mengandung senyawa sitronella dan graniol yang mempunyai sifat racun.

Cara kerja racun ini seperti racun kontak yang dapat menyebabkan nyamuk kehilangan cairan dan memberikan kematian pada nyamuk, sehingga daun serai sangat efektif digunakan sebagai obat pengusir nyamuk dalam mengurangi pencegahan penyakit DBD.

Irma merincikan pembuatan obat pengusir nyamuk daun serai dilakukan dengan mengestrak daun serai dengan pelarut ethanol 96 persen.

Baca juga: Demi Pesugihan, Orang Tua Lukai Mata Anak Kandung Usia 6 Tahun, Kakek, Nenek, Paman juga Terlibat

Baca juga: Besok, Polresta Banda Aceh Gelar Vaksinasi di Masjid Raya Baiturrahman, Ini Pengharapan Kombes Joko

Di akhir kegiatan ini tim PKM sempat memberi pelatihan pembuatan cairan kepada 20 masyarakat Kampung Sriwaijaya pada Senin (3/9/2021). Sebanyak 200 botol cairan yang dihasilkan selanjutnya diserahkan Datok Penghulu Kampung Sriwijaya, Ismail Lubis untuk disalurkan kepada masyarakat.

“Kami berharap obat anti nyamuk ini dapat bermanfaat untuk mendukung masyarakat hidup sehat dan sebagai alternatif pengganti obat nyamuk sintesis dalam rangka melawan penyakit DBD,” kata Irma.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved