Internasional
Perusahaan dan Individu Terancam Denda Rp 75,5 Miliar, Jika Mencemari Perairan Arab Saudi
Perusahaan atau individu yang terbukti melakukan pencemaran perairan Arab Saudi menghadapi denda hingga SR20 juta atau $5,3 juta, sekitar Rp 75,5 mili
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Perusahaan atau individu yang terbukti melakukan pencemaran perairan Arab Saudi menghadapi denda hingga SR20 juta atau $5,3 juta, sekitar Rp 75,5 miliar.
Daftar pelanggaran termasuk minyak dan tumpahan bahan berbahaya di pantai, perairan, teritorial dan wilayah yang dekat dengannya, zona ekonomi eksklusif atau landas kontinen.
Dilansir SPA, Minggu (5/9/2021), aturan baru tersebut melarang pemindahan batu, kerikil, pasir pantai, dan sedimen laut.
Juga ilegal untuk melakukan pekerjaan penimbunan, pengerukan, reklamasi pantai, dan membangun atau menghilangkan pemecah gelombang.
Tembok laut, konstruksi pantai atau pekerjaan eksplorasi tanpa izin dari Pusat Nasional untuk Kepatuhan Lingkungan.
Baca juga: Arab Saudi Kirim 2.000 Tabung Oksigen ke Tunisia, Seusai Permintaan Presiden Tunisia
Ketentuan khusus terkait perizinan kegiatan olahraga laut dan kegiatan menyelam yang tidak menggunakan mesin ramah lingkungan atau tidak izin dari KNKT.
Daftar tersebut mengikuti keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Pertanian.
Dimana, telah menetapkan peraturan, ketentuan dan kontrol yang melindungi lingkungan laut dan pesisir dari kerusakan dan polusi.
Abdullah Al-Mutairi, juru bicara NCEC, mengatakan mempertimbangkan implementasi dan pelaksanaan perjanjian internasional yang disetujui oleh Kerajaan.
Pentingnya memasukkan dan melaksanakan program untuk menghilangkan polusi di perairan Kerajaan, katanya.
Baca juga: Wakil Menteri Urusan Islam Arab Saudi Kunjungi Maladewa
Dikatakan, selain mempersiapkan pengendalian dan kondisi untuk memerangi pencemaran.
Selain, menyiapkan pengendalian lingkungan khusus untuk media laut, dan pengendalian menerbitkan izin lingkungan untuk kegiatan kelautan dan pengendalian.
Al-Mutairi mengatakan kampanye baru itu mencakup rencana studi ilmiah dan program penelitian tentang kualitas lingkungan laut dan pesisir.(*)
Baca juga: Arkeolog Arab Saudi Temukan Bukti, Migrasi Manusia Afrika ke Semenanjung Arab 400.000 Tahun Lalu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sebuah-pantai-tercemar-tumpahan-minyak-di-arab-saudi.jpg)