Internasional
Ratusan Ribu Petani India Demonstrasi, Tuntut Pemerintah Cabut UU Pertanian Baru
Ratusan ribu petani India melakukan demonstrasi di negara bagian terpadat di India Uttar Pradesh pada Minggu (5/9/2021).
SERAMBINEWS.COM, MUZAFFARMAGAR - Ratusan ribu petani India melakukan demonstrasi di negara bagian terpadat di India Uttar Pradesh pada Minggu (5/9/2021).
Demonstrasi terbesar dalam serangkaian demo selama berbulan-bulan itu untuk menekan Perdana Menteri Narendra Modi mencabut tiga Undang-Undang Pertanian baru.
Dilansir AFP, lebih dari 500.000 petani menghadiri demonstrasi di kota Muzaffarnagar, menurut polisi setempat.
Demonstrasi di Uttar Pradesh, negara bagian yang didominasi pertanian berpendudukn 240 juta jiwa.
"Mereka akan menghembuskan kehidupan segar ke dalam gerakan protes, kata Rakesh Tikait, seorang pemimpin petani terkemuka.
Baca juga: India Mulai Buka Kembali Sekolah, Orangtua Murid Tetap Khawatirkan Penyebaran Virus Corona
“Kami akan mengintensifkan protes dengan pergi ke setiap kota dan kota kecil di Uttar Pradesh untuk menyampaikan pesan, Modi anti-petani,” tambahnya.
Selama delapan bulan terakhir, puluhan ribu petani telah berkemah di jalan raya utama ke ibu kota, New Delhi.
Mereka juga menentang undang-undang tersebut, dalam protes petani terlama di India terhadap pemerintah.
Langkah-langkah tersebut, yang diperkenalkan September 2020, memungkinkan petani langsung menjual produk mereka.
Yakni di luar pasar grosir yang diatur pemerintah, kepada pembeli besar.
Pemerintah mengatakan ini akan membebaskan petani dan membantu mereka mendapatkan harga yang lebih baik.
Baca juga: Duta Besar India Gelar Pameran Seni di Riyadh, Rangkaian HUT ke-75 Kemerdekaan India
Namun, para petani mengatakan undang-undang tersebut akan merugikan mata pencaharian mereka.
Bahkan, membuat mereka tidak memiliki daya tawar yang rendah terhadap pengecer swasta besar dan pengolah makanan.
Pertanian merupakan sektor besar yang menopang hampir setengah dari lebih dari 1,3 miliar penduduk India.
Bahkan, menyumbang sekitar 15 persen dari ekonomi negara itu senilai 2,7 triliun dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-petani-india.jpg)