Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Migran Menghadapi Kondisi Mengerikan di Perbatasan Polandia-Belarusia

Badan Migrasi PBB (IOM), Senin (6/9/2021) mengatakan sangat prihatin dengan kondisi mengerikan yang dihadapi para migran.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Petugas patroli perbatasan Polandia menjaga sekelompok migran yang berusaha melintasi perbatasan antara Belarusia dan Polandia di dekat desa Usnarz Gorny, Jumat (20/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WARSAWA - Badan Migrasi PBB (IOM), Senin (6/9/2021) mengatakan sangat prihatin dengan kondisi mengerikan yang dihadapi para migran.

Dimana, mereka telah terjebak selama berminggu-minggu di perbatasan Polandia dan Belarus.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan sekelompok orang yang terjebak di perbatasan diberikan makanan dan uang oleh dinas keamanan Belarusia.

Dilansir AP, Polandia, Lithuania dan Latvia, tiga negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarus menuduh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mendorong migran masuk ke negaranya.

Seperti dari Irak, Afghanistan, Suriah dan tempat lain ke negara mereka secara ilegal.

Mereka menyebutnya sebagai tindakan "perang hibrida" terhadap negara mereka sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa.

Baca juga: Angkatan Laut Maroko Temukan 22 Mayat Perempuan di Kapal Migran Tujuan Spanyol

Sementara ribuan migran telah didorong kembali atau ditempatkan di pusat-pusat imigran yang tertutup.

Fokus utama selama berminggu-minggu adalah sekelompok sekitar 30 orang yang telah terdampar di perbatasan Polandia-Belarus selama berminggu-minggu.

Organisasi Internasional untuk Migrasi di Jenewa mengatakan para migran yang terdampar menghadapi kondisi sangat keras.

Karena, akses terbatas ke air minum dan makanan, bantuan medis, fasilitas sanitasi dan tempat tinggal."

“Memperpanjang situasi yang tidak dapat diterima ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan dan kesehatan para migran,” kata IOM.

Nasib kelompok tersebut telah menimbulkan kekhawatiran juga di Polandia.

Baca juga: Polandia Kirim Tentara ke Perbatasan Belarusia, Cegah Jumlah Migran Melonjak

Beberapa orang menuduh tanggapan pemerintah tidak manusiawi.

Tindakan pemerintah termasuk mengerahkan tentara ke perbatasan, memperkuatnya dengan kawat berduri.

Bahkna, menolak membiarkan kelompok yang terjebak itu mengajukan permohonan suaka.

Pekan lalu, presiden Polandia juga mengumumkan keadaan darurat di sepanjang perbatasan.

Parlemen akan mengadakan pemungutan suara Senin (6/9/2021) sore di mana anggota parlemen akan memilih apakah akan mencabut keadaan darurat atau tidak.

Baca juga: Erdogan Mengatakan Turki Bukan Gudang Pengungsi Eropa, Cegah Gelombang Baru Migran Afghanistan

Morawiecki menuduh politisi oposisi yang memprotes tindakan pemerintah memainkan "skenario sesuai dengan rencana yang ditulis di Minsk dan Moskow."

Dengan Rusia untuk memulai latihan militer akhir bulan ini, Morawiecki menyatakan bahwa “kami tidak mengalami situasi yang tegang selama 30 tahun.”(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved