Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Internasional

Oposisi Myanmar Serukan Pemberontakan Nasional Terhadap Junta Militer

Pemimpin kelompok bawah tanah atau oposisi Myanmar selurukan pemberontakan nasional terhadap junta militer. Dia mengeluarkan seruan besar-besaran

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Facebook
Duwa Lashi La, pemimpin oposisi yang juga penjabat presiden Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar menyerukan pemberontakan nasional pada Selasa, (7/9/2021). 

Duwa Lashi La juga meminta orang-orang untuk membantu pasukan oposisi di mana mereka bisa.

Termasuk dengan informasi yang mereka dapat kumpulkan tentang militer pemerintah.

Gerakan perlawanan telah membentuk kekuatan pertahanan rakyat di banyak daerah, tetapi ini biasanya melakukan operasi gerilya kecil-kecilan.

Militer Myanmar merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan memiliki reputasi ketangguhan dan kebrutalan dari perang hutan selama bertahun-tahun.

Meskipun banyak negara Barat mempertahankan embargo senjata terhadap Myanmar, militer membeli peralatan dari negara-negara seperti Rusia, Cina dan Ukraina.

Baca juga: Kudeta Myanmar Masih Bergejolak, Warga Gelar Pemakaman Palsu Min Aung Hlaing

Charlie Thame, seorang ilmuwan politik di Thammasat University di Bangkok, Thailand kepada The Associated Press (AP), Selasa (7/9/2021) mengatakan akan salah jika meremehkan kekuatan perlawanan.

Mathieson menyarankan bahwa negara itu menghadapi ketidakstabilan lebih lanjut.

“Bagaimanapun, itu menandakan kekerasan dan penderitaan yang lebih besar, terlepas dari keuntungan politik apa pun yang dapat dicapai,” katanya.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved