Breaking News:

Kagama Siapkan Rumah Singgah untuk Penderita Bibir Sumbing

Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Aceh kembali menyewa satu rumah untuk tempat tinggal sementara (rumah singgah)

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Aceh, yang diketuai H T Ahmad Dadek pada September 2021 ini, kembali menyewa satu unit rumah untuk tempat tinggal sementara bagi penderita bibir sumbing, yang akan menjalani operasi. 

JAKARTA - Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Aceh kembali menyewa satu rumah untuk tempat tinggal sementara (rumah singgah) bagi penderita bibir sumbing yang akan menjalani operasi. Rumah singgah tersebut berdekatan dengan RS Malahayati Banda Aceh.

Ketua Kagama Aceh, T Ahmad Dadek mengatakan, penyewaan rumah singgah itu sebagai tindak lanjut kerja sama antara Kagama, Smile Train Indonesia dan pihak RS Malahayati. “Penderita bibir sumbing yang akan menjalani operasi kebanyakan dari daerah. Umumnya mereka juga tidak memiliki sanak saudara di Banda Aceh. Agar tidak lagi memikirkan tempat tinggal selama menjalani operasi, mereka bisa menginap sementara di rumah singgah,” tuturnya.

Penyediaan rumah singgah ini, tambah Dadek, juga untuk membantu para orang tua menyiapkan fasilitas tempat tinggal sementara agar mereka bersedia membawa anaknya yang menderita bibir sumbing untuk bisa dioperasi. “Ini merupakan bentuk kepedulian Kagama untuk mengurangi penderita bibir sumbing di Aceh,” tandasnya.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, kata Dadek, Kagama juga menanggung pembayaran rekening listrik untuk rumah singgah tersebut. “Kami juga akan membiayai pembayaran air selama 2 tahun, biaya bahan pokok bagi penderita bibir sumbing selama tinggal di rumah singgah.”

Kagama Aceh berterima kasih kepada Smile Train dan RS Malahayati yang sukses melaksanakan operasi bibir sumbing bagi delapan anak. Dalam kesempatan ini, Pengurus Kagama Aceh memberikan dana transportasi Rp 500.000 untuk setiap anak yang sudah sembuh operasi untuk kembali ke kampung halamannya. Anak-anak bibir sumbing yang menjalani operasi itu, berasal dari Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Simeulue, dan Kota Banda Aceh.(her)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved