Internasional
Jaringan Haqqani Jadi Musuh Terbesar AS, Wahington Bedakan dengan Kelompok Taliban
Jaringan Haqqani dengan pemimpinnya Sirajuddin Haqqani dinilai sebagai musuh terbesar AS saat ini.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Jaringan Haqqani dengan pemimpinnya Sirajuddin Haqqani dinilai sebagai musuh terbesar AS saat ini.
“Jaringan Haqqani sejujurnya, menurut pendapat saya, musuh terbesar kami dalam jaringan kelompok jihad itu,” kata Jeff Smith dari Heritage Foundation kepada Washington Examiner, Rabu (8/9/2021).
"Mereka adalah aktor terburuk di seluruh kelompok," tambahnya.
"Dia bisa menjadi tokoh paling kuat di negara ini," jelasnya.
"Yang saya tahu, jika dia mendapat dukungan ISIS dan mengendalikan pasukan keamanan internal," urainya.
Pejabat Departemen Luar Negeri AS mencoba membedakan Jaringan Haqqani dan Taliban.
Ketika evakuasi diplomat dan warga AS dari bandara Kabul.
"Jaringan Haqqani, organisasi teroris yang ditunjuk dan kami tidak berkoordinasi dengan Jaringan Haqqani," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price saat itu.
Baca juga: Profil 7 Pemimpin Taliban yang Duduki Pemerintahan Afghanistan, Sirajuddin Haqqani Buronan FBI
Pejabat FBI telah menawarkan hadiah $10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Haqqani.
Namun, pejabat Departemen Luar Negeri AS tidak dapat menolak kontak dengan Taliban.
Karena ada kebutuhan mengatur keberangkatan orang Amerika dan warga negara Afghanistan yang berisiko yang tertinggal saat evakuasi Kabul berakhir.
“Kami telah dan akan menemukan cara untuk melibatkan Taliban dengan melibatkan pemerintah sementara dan masa depan," kata Menlu AS, Anthony Blinken.
"Untuk melakukan hal dengan cara sepenuhnya konsisten dengan hukum kami,” kata Blinken.
Para pejabat AS dan Eropa telah menyarankan bantuan pembangunan kepada pemerintah yang dijalankan Taliban.
Tetapi, akan bergantung pada bagaimana Taliban memerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seorang-milisi-berdiri-bersama-anggota-pasukan-pemerintah-afghanistan-pada-19-agustus-2021.jpg)