Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Dari Serangan 9/11, Dunia Baru Terbentuk, Timur Tengah dan Afrika Babak Belur, China Bangkit

Di reruntuhan menara ground zero di New York, Amerika Serikat yang runtuh dalam serangan 11 September 2001 lalu, Hour Zero tiba, sebuah kesempatan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Dan Loh/File
Patung Liberty berdiri di depan Manhattan yang membara saat fajar pada 15 September 2001 terlihat dari Jersey City, New York, tempat serangan 11 September 2001. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Di reruntuhan menara ground zero di New York, Amerika Serikat yang runtuh dalam serangan 11 September 2001 lalu, Hour Zero tiba, sebuah kesempatan memulai lagi.

Urusan dunia tiba-tiba ditata ulang pada pagi itu dengan langit biru, abu hitam, api dan kematian, seperti diansir AP, Jumat (10/9/2021).

Di Iran, nyanyian "kematian bagi Amerika" dengan cepat digantikan oleh nyala lilin untuk meratapi kematian orang Amerika.

Vladimir Putin mempertimbangkan dengan bantuan substantif saat AS bersiap berperang di wilayah berpengaruh Rusia.

Muammar Gadhafi Libya, seorang diktator dengan coretan puitis, berbicara tentang tugas manusia untuk bersama Amerika setelah peristiwa mengerikan itu.

Tetapi dia mengagumkan ini, yang pasti akan membangkitkan hati nurani manusia.

Dari saat-saat pertama yang mengerikan, sekutu lama AS bergabung dengan musuh lama dalam momen yang luar biasa itu.

Tidak ada negara dengan kedudukan global yang mendukung teroris tanpa kewarganegaraan yang bersumpah menaklukkan kapitalisme dan demokrasi.

Baca juga: 11 September 2001 Amerika Serikat Bersatu, 20 Tahun Kemudian Terpecah-Belah

Peradaban memiliki alegori untuk kelahiran kembali di saat kehancuran.

Favorit global adalah burung phoenix, burung ajaib dan luar biasa, bangkit dari abu.

Di neraka Jerman pada akhir Perang Dunia II, konsep Hour Zero, atau Stunde Null, yang menawarkan kesempatan untuk memulai lagi.

Bagi AS, jam nol pada 11 September 2001, berarti kesempatan membentuk kembali tempatnya di dunia pasca-Perang Dingin dari niat baik yang tinggi saat memasuki milenium baru.

Ini hanya satu dekade setelah runtuhnya Uni Soviet.

Amerika Serikat dengan otoritas moral dan kekuatan keuangan serta militer tidak diragukan lagi menjadi satu-satunya negara adidaya.

Keuntungan itu segera disia-siakan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved