Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Jumlah Guru di Lhokseumawe yang Divaksin Terus Bertambah

Guru yang belum divaksin, untuk sementara tidak boleh mengajar, dan akan diganti oleh guru yang lain yang sudah divaksin.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com/Saiful Bahri
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOkSEUMAWE - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, mulai Senin (6/9/2021) lalu, kembali menggelar proses belajar mengajar atau PMB untuk SD dan SMP di Kota Lhokseumawe, secara tatap muka.

Namun bagi guru SD dan SMP yang belum melaksanakan Vaksinasi Covid-19, maka sementara waktu ini tidak boleh mengajar.

Dengan aturan baru ini, ternyata telah membuat jumlah guru yang divaksin di Kota Lhokseumawe terus bertambah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim, Jumat (10/9/2021), menjelaskan, untuk saat ini ada 3.000-an guru baik yang PNS ataupun non PNS yang berada dibawah Disdikbud Lhokseumawe.  

Sehingga sejak tiga bulan lalu, pihaknya sudah mengimbau agar seluruh guru untuk divaksin Covid-19. 

"Jadi sesuai pendataan kita sekitar satu pekan lalu, ada sekitar 80 persen guru yang telah datang ke lokasi-lokasi vaksinasi untuk divaksin. Hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritasnya bisa divaksin. Walaupun ada juga sebagian kecil yang memang tidak bisa divaksin karena faktor kesehatan," jelasnya.

Baca juga: Ramai Diboikot Penggemar K-Pop Lewat Petisi, Ini Sosok Seleb TikTok, Ali Hamza

Baca juga: VIDEO VIRAL Ratusan Burung Mati dan Tidak Bisa Bergerak di Atas Kuburan

Baca juga: Tes Rapid Antigen untuk Pelamar CPNS dan PPPK di Simeulue Gratis, Silakan Dites Sehari Sebelum Ujian

Jadi, diakuinya, sekitar sepekan lalu, masih ada sekitar 15 persen lebih atau sekitar 500-an guru lagi yang memang belum mendatangi lokasi vaksinasi untuk divaksin.

Lanjutnya, guna memastikan semua guru (yang tidak ada kendala secara medis) untuk mengikuti vaksinasi, maka pihaknya pun sejak sepekan lalu telah mengeluarkan aturan, guru yang belum divaksin, untuk sementara ini tidak boleh mengajar. 

"Akan diganti oleh guru yang lain (yang sudah divaksin). Intinya, proses belajar mengajar tidak terganggu," katanya.

Ternyata, dengan adanya aturan tersebut, diakui Ibrahim, dalam sepekan ini, jumlah guru yang divaksin terus bertambah.

"Dari 500-an guru yang sebelumnya belum divaksin, kini diperkirakan hanya tersisa 300-an guru lagi. Jadi dalam sepekan ini, ada tambahan 200-an guru lagi yang divaksin," paparnya.

Dipastikan, pihaknya akan terus mengimbau agar para guru yang belum divaksin untuk segera mengikuti program vaksinasi. 

"Harapan kita, semua guru di Kota Lhokseumawe yang memang tidak ada kendala dari segi kesehatan sudah divaksin," pungkas Ibrahim.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved