Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Keluarga Korban Serangan 9/11 Melihat Titik Balik Perjuangan Mengungkapkan Peran Arab Saudi

Para keluarga korban serangan 11 September 2001 (9/11) di Amerika Serikat melihat titk balik perjuangan mengungkapkan kebenaran keterlibatan Arab

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Orang-orang berlarian dari runtuhnya salah satu menara kembar World Trade Center New York, AS pada 11 September 2001. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Para keluarga korban serangan 11 September 2001 (9/11) di Amerika Serikat melihat titk balik perjuangan mengungkapkan kebenaran keterlibatan Arab Saudi.

Seperti Timothy Frolich, yang lolos dari serangan ke Menara Selatan World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001.

Tetpai, dua puluh tahun kemudian, atau peringatan tahun ini, Sabtu (11/9/2021) dia kembali ke ground zero untuk pertama kalinya untuk menandai peringatan serangan paling mematikan di tanah AS.

Dilansir AP, Jumat (10/9/2021), kunjungan Frolich bukan hanya tentang memperingati hari yang mengubah hidupnya dan kehidupan banyak orang Amerika lainnya.

Dia berharap tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, kemungkinan rilis rincian baru tentang dugaan peran Arab Saudi dalam serangan itu.

Sebuah informasi yang telah diperjuangkan pemerintah AS selama bertahun-tahun untuk dirahasiakan.

Baca juga: Dahsyatnya Serangan 11 September 2001, Sampai-Sampai Astronot Rekam dari Ruang Angkasa

Di bawah tekanan dari korban 9/11 dan keluarga mereka, Presiden Joe Biden pada 3 September 2021 mengarahkan Departemen Kehakiman dan lembaga federal lainnya.

Untuk segera membuka rahasia beberapa dokumen dari penyelidikan FBI dalam serangan teroris itu.

Terry Strada, yang suaminya terbunuh di Menara Utara pada 11 September, memuji perintah Biden.

Karena sebagai titik balik dalam upaya para korban untuk mengetahui bagaimana pejabat Arab Saudi mungkin mendukung para pembajak.

"Keluarga 9/11 tentu harus tahu kebenaran tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan orang-orang yang kami cintai," kata Strada.

Dia termasuk di antara ratusan orang menggugat Arab Saudi untuk memberi kompensasi.

"Rakyat Amerika berhak tahu, sama seperti kami," katanya.

"Kami telah mengalami hambatan selama 20 tahun setiap kali kerajaan terlibat dan sudah waktunya mengungkap kebenaran," harapnya.

Arab Saudi telah lama membantah terlibat dalam serangan itu dan baru-baru ini mengatakan menyambut baik keputusan deklasifikasi Biden.

Baca juga: Sidang Terdakwa Dalang Serangan 11 September Berjalan Lambat, Benarkah AS Sembunyikan Barang Bukti?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved