Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Siksa Empat Wartawan Yaman di Dalam Penjara, Terancam Dihukum Mati

Milisi Houthi yang didukung Iran menyiksa jurnalis Yaman yang diculik seusai menjebloskan ke sel isolasi penjara.

Editor: M Nur Pakar
Twitter
Empat wartawan Yaman yang diculik dan dipenjarakan oleh milisi Houthi ditampilkan dalam gambar kombinasi oleh Moammar Al-Eryani, Menteri Informasi, Budaya dan Priwisata Yaman yang diposting di Twitter pada 23 Februari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Milisi Houthi yang didukung Iran menyiksa jurnalis Yaman yang diculik seusai menjebloskan ke sel isolasi penjara.

Mereka menolak perawatan medis dan melarang menghubungi keluarga selama dua bulan terakhir, kata keluarga pada Kamis (9/9/2021).

Mereka terdiri dari Tawfiq Al-Mansouri, Abdul Khaleq Amran, Harith Hamid, dan Akram Al-Walidi.

Dilansir ArabNews, Jumat (10/9/2021), mereka termasuk di antara 10 jurnalis yang diculik oleh milisi Houthi selama serangan di ibu kota Sanaa pada 2015.

Para jurnalis itu dijatuhi hukuman mati karena diduga berkolaborasi dengan koalisi Arab Saudi dan pemerintah yang diakui secara internasional.

Baca juga: Taliban Pukul dan Tahan Dua Wartawan Peliput Demontrasi Perempuan di Kabul

Enam wartawan dibebaskan selama pertukaran tahanan terbaru yang sukses antara milisi Houthi dan pemerintah Yaman pada 2020.

Selama beberapa bulan terakhir, kerabat kepada Arab News mengatakan perlakuan milisi Houthi terhadap jurnalis yang tersisa memburuk.

Abdullah Al-Mansouri mengatakan saudaranya, jurnalis Tawfiq Al-Mansouri belum menghubungi keluarga selama dua bulan terakhir.

Bahkan, para penculiknya menolak untuk mengizinkan keluarga memberinya obat dan uang.

“Dia belum menghubungi kami sejak Idul Fitri 2021,” kata Abdullah Al-Mansouri.

Baca juga: Taliban Pukul dan Tahan Dua Wartawan Peliput Demontrasi Perempuan di Kabul

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved