Update Corona di Aceh Tamiang
Pasien Covid-19 di Ruang Pinere RSUD Aceh Tamiang Tersisa 8 Orang, Pemkab Kejar Vaksinasi
Tren positif ini meyakinkan Pemkab Aceh Tamiang untuk meningkatkan konsentrasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Tren positif ini meyakinkan Pemkab Aceh Tamiang untuk meningkatkan konsentrasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pasien Covid-19 yang dirawat di Ruang Pinere RSUD Aceh Tamiang tersisa delapan orang, Sabtu (11/9/2021).
Tren positif ini meyakinkan Pemkab Aceh Tamiang untuk meningkatkan konsentrasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengungkapkan penurunan jumlah pasien ini terbilang drastis karena beberapa hari sebelumnya masih teradapat 17 pasien yang dirawat di ruangan khusus pasien Covid-19 itu.
"Jelas ini tren positif karena tersisa delapan pasien, harapan kita tren positif ini terus berlanjut agar kegiatan masyarakat bisa kembali normal," kata Mursil, Sabtu (11/9/2021).
Mursil menambahkan menurunnya jumlah pasien Covid-19 ini membantu Pemkab dalam menggencarkan vaksinasi.
Secara tegas dia menyatakan Pemkab Aceh Tamiang telah menargetkan 50 persen warga menerima vaksin pada Desember 2021.
"Hari ini baru sekitar 70 ribu yang divaksin, target kita akhir tahun minimal 50 persen sudah tervaksin," sambungnya.
Mursil mengakui realisasi target ini terkendala dengan ketersediaan vaksin. Namun menurutnya stok vaksin bukan persoalan utama karena sudah dijamin oleh pemerintah pusat.
"Vaksin hanya mekanisme pengirimannya saja, yang kendala utama itu justru dokter kita yang kekurangan personel," ungkapnya.
Minimnya jumlah dokter ini sangat memengaruhi proses tahapan vaksinasi karena garda terdepan untuk skrining pasien.
"Skrining ini harus dokter, paramedis tidak boleh. Jumlah dokter kita masih kurang untuk melayani semua posko yang telah disediakan," sambungnya.
Mursil mengatakan Dinas Kesehatan Aceh bersedia membantu kendala ini dengan mengerahkan dokter dari Banda Aceh untuk membantu pelayanan vaksinasi.
Bila saran ini dipenuhi, Mursil optimis seluruh daerah di Aceh akan dapat menyelesaikan capaian realisasi vaksinasi yang telah menjadi program pemerintah pusat.
"Saya rasa anggaran bukan masalah bagi provinsi karena dana refocusing tersedia," tutupnya. (*)