Aceh Timur Sediakan 7 Ribu Hektare Lahan, Untuk Penangkaran Badak Sumatera
Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH atau Rocky, memimpin rapat membahas kelanjutan pembangunan penangkaran Badak Sumatera
IDI - Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH atau Rocky, memimpin rapat membahas kelanjutan pembangunan penangkaran Badak Sumatera atau Suaka Rhino Sumatera (SRS).
Rapat yang berlangsung di Aula Setdakab Aceh Timur, pada Kamis (9/9/2021) ini, diikuti oleh para Asisten, kepala OPD terkait, Forum Konservasi Lauser (FKL), Camat Simpang Jernih, keuchik Desa Rantau Panjang dan perwakilan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur, memaparkan kemajuan rencana pembangunan penangkaran badak Sumatera.
Bupati mengatakan, mengatakan program pembangunan penangkaran Badak Sumatera atau suaka Rhino Sumatera (SRS) di Aceh Timur, akan terus berlanjut, dan pembangunannya akan dimulai tahun ini.
Bupati mengatakan, pembangunan suaka badak ini bagian dari rencana aksi darurat penyelematan badak sumatera dari kantong popolasi yang sudah tidak Sintas (tidak viable), dan populasi serta habitatnya sudah terisolasi di kawasan hutan Aceh.
Dalam rangka mendukung pembangunan SRS ini, jelas Rocky, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, telah mempersiapkan lahan seluas 7.302 hektar.
"Kita mendukung penuh pembangunan SRS sebagai upaya penyelamatan badak sumatera, yang populasinya di alam tidak lebih dari 80 individu," ungkap Rocky.
Jika tempat penangkaran Badak yang ketiga di Indonesia ini selesai dibangun di kawasan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur maka, diyakini akan terciptanya multiplier effect di bidang pariwisata.
"Selain menjadi kawasan lindung untuk kelestarian alam dan satwa, lokasi penangkaran badak ini nantinya juga menjadi destinasi wisata konservasi baru di Aceh Timur. Ini merupakan prospek yang sangat bagus bagi ekonomi masyarakat yang ada di Simpang Jernih. Satwa bisa terjaga dengan baik, ekonomi masyarakat juga ikut terbangun dan akan tercipta multiplier effect di bidang pariwisata," ungkap Rocky.
Rocky turut mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung, membantu dalam mewujudkan kehadiran suaka badak Sumatera di Aceh Timur ini, yang hanya ada tiga lokasi di Indonesia, setelah Kalimatan Timur dan Lampung.
Dengan adanya tempat penangkaran Badak di Kecamatan Simpang Jernih ini, ungkap Rocky, maka diperkirakan Simpang Jernih, ke depan lebih maju. Akses jalan akan lebih bagus, begitu juga hutan rakyat akan tetap terjaga.
Pemkab Aceh Timur, lanjut Rocky, bukan hanya bertekat untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi, namun juga akan membangun perekonomian rakyat di kawasan ini, selain itu juga menyelamatkan hutan Aceh Timur agar tidak ada yang merusak.
"Potensi alam di Simpang Jernih sangat luar biasa, hutan dan alamnya masih sangat asri.Maka harus kita selamatkan semua ini," pinta Rocky.
"Kita juga ingin ingin membangun akses jalan yang bagus, ekonomi masyarakat juga harus bangkit, sektor pariwisata juga dapat tumbuh kedepan dengan adanya program SRS ini," harap Rocky.(c49)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rapat-membahas-kelanjutan-pembangunan-penangkaran-badak-sumatera.jpg)