Berita Aceh Selatan
BMKG Warning Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab: Warga Harus Tingkatkan Kewaspadaan
Pemkab Aceh Selatan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan angin kencang.
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di 23 kabupaten/kota Aceh, termasuk Aceh Selatan.
- Pemkab Aceh Selatan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan angin kencang.
- BPBD serta aparat desa diminta siaga penuh, sementara masyarakat diingatkan tetap tenang namun waspada.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Imbauan ini muncul setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku di 23 kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Selatan.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menjelaskan, adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Aceh.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun kerusakan akibat angin.
Berdasarkan data BMKG, Aceh Selatan termasuk daerah yang berpotensi terdampak pada dua periode, yakni 11–15 April dan 16–20 April 2026.
Menyikapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudra Putra mengingatkan, masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Ia menekankan, pentingnya memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di daerah rawan saat hujan lebat, serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air agar tidak tersumbat.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan
Selain imbauan kepada masyarakat, Pemkab Aceh Selatan juga menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan bencana.
Camat dan kepala desa juga diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan aparat setempat agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi bencana.
Plt Sekda menegaskan, bahwa masyarakat harus tetap tenang namun tetap waspada, sembari berharap agar Aceh Selatan dijauhkan dari bencana.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat desa, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir.
Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Barat Selatan Waspadai Potensi Hujan Disertai Petir
Pemerintah menekankan bahwa kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berulang di wilayah Aceh.(*)
Bencana Hidrometeorologi
potensi bencana Hidrometeorologi
Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG
Pemkab Aceh Selatan
Aceh Selatan
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Pergub JKA Tuai Sorotan, Pemerintah Dinilai Perlu Utamakan Keadilan Sosial bagi Warga Kecil |
|
|---|
| Kezia Sabet Juara 1 Senam Lantai O2SN Tingkat Kabupaten Aceh Selatan 2026 |
|
|---|
| Peduli Lingkungan, Koramil Tapaktuan Tanam Pohon di SMA Negeri Unggul Tapaktuan |
|
|---|
| Rapat Paripurna Pansus Perkebunan Dijadwalkan Sebelum Idul Adha 1447 H |
|
|---|
| Hati-hati, Ada Pengerukan Jalan di Jembatan Puloe Ie Aceh Selatan, Rawan Kecelakaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ket-foto-Plt-Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Aceh-Selatan-Diva-Samudra-Putra.jpg)