Kamis, 30 April 2026

Internasional

Keluarga Korban Serangan 11 September 2001 Tuduh Pemerintah AS Terus Lindungi Arab Saudi

Sejumlah keluarga korban serangan 11 September 2001 dan kerabat mengatakan pemerintah AS terus melindungi Arab Saudi.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
NBC News/Jennifer Weiss
Monica Iken-Murphy, yang suaminya Michael Iken meninggal dalam serangan 11 September 2001 memegang foto hari pernikahan mereka pada 2000 di New York. AS pada 1 September 2016. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sejumlah keluarga korban serangan 11 September 2001 dan kerabat mengatakan pemerintah AS terus melindungi Arab Saudi.

Mereka menyatakan serangan itu telah terjadi dua dekade atau 20 tahun lalu setelah pembajak Al-Qaeda membunuh hampir 3.000 orang.

Jelang memperingati 20 tahun serangan di New York dan Washington DC, baik yang selamat dari pembantaian, maupun kerabat yang tewas meminta informasi secara rinci.

Tetapi, mereka mengatakan pihak berwenang masih belum mengungkapkan semua informasi yang tentang serangan tersebut.

“Saat ini, pemerintah mengecewakan kami seperti mengecewakan kami 20 tahun yang lalu ketika mereka tidak menjaga ayah saya tetap aman,” ujar Brett Eagleson.

Dia kepada The Independent, Minggu (12/9/2021) mengatakan Ayahnya, Bruce meninggal dunia di World Trade Center (WTC) pada 2001 lalu.

Dia menambahkan pemerintah menambahkan penghinaan pada keluarga korban.

Setelah serangan, yang diduga direncanakan oleh Khalid Sheikh Mohammed dan diberi lampu hijau oleh pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, serangkaian investigasi dilakukan.

Baca juga: Bush Tuntut Warga AS Tahu, Islam Damai dan Serangan 11 September 2001 Sebagai Penyimpangan Agama

Salah satu yang paling komprehensif yang dilakukan adalah Laporan Komisi 9/11 bipartisan.

Berupa Laporan Akhir Komisi Nasional untuk Serangan Teroris terhadap Amerika Serikat.

Sementara 15 dari 19 pembajak berasal dari Arab Saudi, laporan itu tidak menunjukkan peran apa pun oleh Arab Saudi.

Memang, dikatakan tidak menemukan bahwa Arab Saudi sebagai institusi atau pejabat senior Saudi secara individual mendanai Al-Qaeda.

Baik berkonspirasi dalam serangan, ataupun mendanai para penyerang.

Pada tahun-tahun sejak itu, anggota keluarga dan juru kampanye lainnya terus mendorong pelepasan informasi lain yang dimiliki pemerintah.

Baru-baru ini, terungkap setelah Komisi 9/11 menyelesaikan penyelidikannya, FBI terus menyelidiki kemungkinan peran Arab Saudi, setidaknya hingga 2016.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved