Breaking News:

Penculik Murid MIN Agar Dihukum Berat,  Komisi I DPRA Sambangi Mapolres Aceh Tengah

Sejumlah anggota legislatif dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sabtu (11/9/2021), menyambangi Mapolres Aceh Tengah

Editor: bakri
Serambinews.com
Anggota Komisi I, DPR Aceh, melakukan pertemuan dengan Jajaran Polres Aceh Tengah, untuk melihat perkembangan proses penanganan kasus penculikan terhadap siswi MIN 1Takengon, Sabtu (11/9/2021). 

TAKENGON - Sejumlah anggota legislatif dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sabtu (11/9/2021), menyambangi Mapolres Aceh Tengah untuk melihat perkembangan penanganan kasus penculikan terhadap N, murid MIN 1 Takengon.

Kehadiran anggota DPRA itu lantaran kasus penculikan terhadap korban menarik perhatian publik, karena menimpa seorang murid yang masih dibawah umur. “Jadi, Komisi I konsen terhadap penyelesaian kasus-kasus terhadap perempuan dan anak,” kata Darwati A Gani, anggota Komisi I DPR Aceh, kepada Serambi.

Menurutnya, setelah Komisi I DPR Aceh menghimpun keterangan dari pihak kepolisian serta dari korban penculikan, ternyata kejadiannya sangat memprihatinkan. “Kami mendorong agar si pelaku kasus penculikan ini, mendapat hukuman yang berat dan setimpal dengan perbuatannya,” harap Darwati.

Disebutkan, untuk proses penanganan kasus penculikan tersebut, jajaran Polres Aceh Tengah berkomitmen menanganinya secara maksimal. Bahkan, ada dua sanksi yang akan menjerat pelaku, yaitu sanksi hukuman pidana serta syariat Islam.

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun dari kepolisian, selain kasus penculikan ini ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak di Aceh Tengah. Dan jumlahnya lumayan tinggi. Nah, kasus yang baru baru ini, terjadi menyedot perhatian kita semua,” ucapnya.

Darwati A Gani berpendapat, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak sudah bisa dilakukan secara maksimal, sehingga kejadian seperti yang menimpa korban N tidak terulang. “Ke depan,  kita berharap orang tua bisa lebih perhatian kepada anaknya. Begitu juga dengan lingkungan harus lebih peduli, sehingga kalau ada hal-hal mencurigakan, dapat segera direspon,” sebutnya.

Dia juga mendorong agar pemerintah, khususnya instansi terkait agar lebih merespon kejadian-kejadian seperti ini, tidak terulang. Bukan hanya di Aceh Tengah, tetapi secara umum di seluruh Aceh. “Untuk mengantisifasi kejadian ini, agar tidak terulang harus memanfaatkan semua stakeholder. Termasuk, mengedukasi anak-anak kita,” imbaunya.

Darwati A Gani menambahkan, banyak yang bisa dipetik dari kejadian yang menimpa murid MIN 1 Takengon ini. Terutama, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, ada juga faktor kondisi lingkungan yang mulai kurang aman bagi anak-anak, khususnya anak perempuan.

“Makanya semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan, serta masyarakat sekitar harus meningkatkan kepedulian. Tidak bisa hanya kepada aparat penegak hukum saja, untuk mengantisifasi kejadian seperti ini. Semua pihak harus terlibat,” pungkasnya.

Anggota Komisi I DPRA yang mendatangi Mapolres Aceh Tengah, diantaranya Darwati A Gani, Taufik, Fuadri, Attarmizi Hamid serta Bardan Sahidi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang murid kelas enam berinisial N, dibawa kabur oleh oknum tukang becak motor saat pulang dari sekolah. Peristiwa itu terjadi Senin (6/9/2021) sekira pukul 11.30 WIB. Korban dan pelaku berhasil ditemukan sehari setelah dilaporkan hilang. Dan ditangkap di kawasan Wih Lah, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.(my)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved