Breaking News:

Berita Banda Aceh

Jubir Satgas Covid-19 Aceh Sebut Protokol Kesehatan Ampuh Tangkal Virus Corona Varian Baru

Protokol kesehatan (protkes) yang dijalankan secara disiplin dianggap masih sangat ampuh menangkal masuk virus corona varian baru ke dalam tubuh

Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Protokol kesehatan (protkes) yang dijalankan secara disiplin dianggap masih sangat ampuh menangkal masuk virus corona varian baru ke dalam tubuh.

Baik varian SARS-CoV-2 penyebab (penyakit) Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19, maupun varian baru Alfa, Beta, Gamma, dan bahkan varian Delta, yang juga sudah terdeteksi 17 kasus di Aceh. 

“Varian apa pun masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung dengan media media droplet atau tangan yang terkontaminasi virus penyebab Covid-19 itu,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Minggu (12/9/2021) malam.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Peserta Ujian CPNS Aceh Singkil Wajib Rapid Tes Antigen

Karena itu, lanjutnya, Tim Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Nasional terus memonitoring kepatuhan masyarakat memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Pemantauan itu dilakukan di kawasan permukiman, perkantoran, pasar, restoran, lokasi wisata, warung kopi, dan tempat-tempat umum lainnya di seluruh tanah air.

Hasil monitoring perubahan perilaku pada periode 30 Agustus – 5 September 2021 menunjukkan tingkat kepatuhan memakai masker di Aceh masih sekitar 87,19 persen sedangkan nilai rerata nasional sekitar 90,7 persen.

Sedangkan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 83,19 persen, dengan rerata nasional sekitar 89,69 persen.

Baca juga: Persiraja Diguyur Bonus Rp 40 Juta, Presiden Klub Apresiasi Perjuangan Skuad Lantak Laju

Menurut Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu, semua pihak harus mendorong peningkatan kepatuhan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, karena virus corona terus bermutasi dengan penularan yang lebih tinggi.

"Varian Delta yang sudah ada di Aceh bisa menular dalam 10 detik dalam jarak dekat dan tidak memakai masker," katanya.

Memakai masker dan menjalan prosedur protokol kesehatan lainnya tidak bisa dianggap pilihan bebas sebagai hak prerogatif pribadi ketika berada di ruang publik.

Baca juga: Bupati Nagan Raya Tinjau Vaksinasi Massal untuk ASN dan THL, tak Ikut Vaksin Dikenakan Sanksi

Karena sikap abai seseorang terhadap protokol kesehatan itu dapat mencelakkan orang lain dan bahkan mengganggu ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Pakailah masker, jaga jarak, kurangi mobilitas, dan selalu mencuci tangan dengan sabun, untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat di sekitar kita dari ancaman virus corona mutasi baru, seperti varian Delta itu,” imbau SAG. (*)

Baca juga: 4 Wanita Muda Ditangkap di Meulaboh, Sering Dibooking Pekerja Luar Aceh, Para Pria Lari dari Kamar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved