Breaking News:

Berita Banda Aceh

Seribuan Dosis Vaksin tak Bisa Dipakai, Komisi V DPRA Sorot Kinerja Pemerintah  

“Kalo vaksin tidak digunakan tentu ada mekanismenya untuk dikembalikan kepada pemerintah pusat dan provinsi. Kita juga berharap, Pemerintah Aceh...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani. 

“Kalo vaksin tidak digunakan tentu ada mekanismenya untuk dikembalikan kepada pemerintah pusat dan provinsi. Kita juga berharap, Pemerintah Aceh jangan lepas tanggung jawab atas persoalan ini,” ujarnya.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani menanggapi soal banyaknya dosis vaksin Sinovac di Aceh Tenggara yang tidak bisa dipakai dan rusak.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 1.921 dosis vaksin.  

Persoalan itu terjadi, menurutnya, karena lemahnya pengawasan dari Pemerintah Aceh.

“Gubernur dan Sekda disaat turun ke kabupaten/kota tidak pernah teliti tentang realisasi vaksin, tapi cenderung  pencitraan semata,” katanya kepada Serambinews.com, Senin (13/9/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 1.921 dosis vaksin sinovac di Aceh Tenggara tidak bisa dipakai dan rusak.

Jumlah itu terbagi atas 1.818 dosis vaksin tak terpakai dan 103 dosis rusak.  

Baca juga: Pemerintah Sosialisasikan Aturan Baru, Cakupan Vaksinasi Jadi Indikator Penentu Level PPKM di Daerah

Informasi itu disampaikan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Sukri Manto kepada Serambinews.com, Minggu  (12/9/2021) berdasarkan data Satgas Covid-19 setempat pada 10 September 2021.

Sukri menjelaskan, tidak terpakainya vaksin itu karena pada awal-awal vaksinasi masyarakat banyak yang takut/tidak antusias untuk divaksin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved