Berita Aceh Besar
Banyak Bukit Harus Dibelah, Jalan Jantho-Lamno Mulai Pekerjaan Berat, Ini Target Selesainya
tahapan pekerjaan pembangunan jalan tembus Jantho – Lamno, pada tahun 2021 dan 2022 mendatang, mulai memasuki tahapan pekerjaan berat
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM.COM - Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir Mawardi menyatakan, tahapan pekerjaan pembangunan jalan tembus Jantho – Lamno, pada tahun 2021 dan 2022 mendatang, mulai memasuki tahapan pekerjaan berat.
“ Kenapa kita katakan pada tahun ini dan tahun depan memasuki tahapan pekerjaan berat.
karena banyak bukit yang menjadi rute linatasan badan jalan, dengan ketinggiannya antara 800 – 1.200 m dari permukaan laut, harus kita pangkas sampai ketinggian normal bagi kenderaan umum, ” kata Kadis PUPR Aceh, Mawardi kepada Serambinews.com, Rabu (15/9/2021) usai meninjau lokasi pembangunan jalan tembus Jantho – Lamno, di lokasi proyek.
Pada hari ini, kata Mawardi, Tim P2K APBA Setda Aceh, yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, sudah meninjau dan melihat langsung pekerjaan pembelahan bukit yang akan dijadikan ruas jalan Jantho – Lamno.
Ketinggian bukit yang menjadi rute jalan tembus Jantho – Lamno ini, sebut Mawardi, setelah kita ukur melalui alat pengukur ketinggian bukit dengan permukaan laut, ketinggian bukitnya mencapai antara 800 – 1.200 meter.
Baca juga: Hari Kedua Seleksi CASN Kota Langsa, Ini Jumlah Peserta yang Gugur
Tempat mereka berhenti ini, kata Mawardi, ketinggian bukitnya berkisar 800 m dari permukaan laut.
Dengan ketinggian 800 m dari permukaan laut, banyak kenderaan pribadi yang digunakan Tim P2K yang berkunjung ke lokasi pembelahan bukit ini, tidak mampu menanjak bukit.
Bahkan harus diparkir dibawah bukit yang ketinggiannya berkisar 600 m dari permukaan laut.
Mawardi mengakui, mobil dinasnya yang digunakan dari kantor untuk ke lokasi pekerjaan jalan Jantno - Lamno, harus diparkir pada ketinggian 600 meter.
Untuk sampai tiba di jalan Jantho dengan ketinggian 800 m, harus menggunakan mobil dobel cabin yang sudah biasa digunakan para pengawas pekerjaan proyek jalan guna naik bukit sampai ketinggian antara 800 – 1.200 meter.
Para buruh yang bekerja pada ruas jalan Jantho – Lamno, kata Mawardi, sudah banyak yang terjatuh, di ruas jalan Jantho - Lamno dengan tingkat ketinggian 800 meter dari permukaan laut.
Baca juga: Bupati Aceh Besar Sambut Kunker Komisi VIII DPR RI, Bahas Jantho Sebagai Kota Pendidikan
Oleh karena itu, ketika Tim P2K APBA Setda Aceh mau berkunjung ke lokasi jalan Jantho - Lamno, pihaknya harus menyediakan mobil dobel cabin yang memiliki dobel gerdang atau 4 WD.
Agar tim yang berkunjung ke lokasi tersebut, selamat berkunjung ke jalan Jantho - Lamno yang ketinggiannya mencapai 800 meter dari permukaan laut.
Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek mengatakan, dirinya sudah lama ingin berkunjung ke lokasi pelebaran badan jalan Jantho Lamno untuk ketinggian 800 meter dari permukaan laut.
Beberapa bulan lalau, pernah berencana mau meninjau ke lokasi ketinggian 800 meter, sampai pada ketinggian 600 meter, mobilnya sudah tak mampu mendaki ke atas 800 meter.
Tapi pada hari Rabu (15/9/2021) ini, alhamdulillah, mobil dinasnya Mitsubishi Pajero bisa naik sampai ketinggian 800 meter.
Namun begitu ada beberapa unit mobil anggota Tim P2K tak mampu mendaki, dan harus ganti mobil dobel cabin yang memiliki gardang dua ataua 4 WD, untuk mencapaian ketinggian 800 meter tersebut,” ujar Ahmad Dadek.
Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek mengatakan, dalam melaksanakan pembelahan bukit untuk menurunkan ketinggian badan jalan agar bisa dilalui mobil barang dan penumpang umum, operator alat berat dan truk-truk pengangkut pembuang tanah bukit yang di belah, harus ekstra hati-hati.
Baca juga: Mualem Lantik Pengurus KONI Banda Aceh, Ini Pesannya dan Target Hamdani Basyah di Pra PORA
Alasannya, bukit yang dibelah, cukup curam dan pada waktu hujan turun, pekerjaan di stop sementara, untuk menghindari tanah longsor.
Karena bukit baru dibelah, tanahnya gembur, ketika hujan turun, peluang terjadi tanah longsor cukup besar.
Pada waktu hujan turun, pekerjaan di stop sementara, untuk mengcegah terjadinya koban jiwa.
Dadek juga mengingatkan kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan jalan Jantho – Lamno, pada bulan September ini, progres realisasi pekerjaannya sudah minus 7 persen itu, harus dikejar, sehingga bulan depan tidak minus lagi.
Penurunan grade badan jalan, harus dituntaskan pada bulan ini, dimana bulan ini musim kemaraunya masih panjang, setelah memasuki bulan Oktober dan Nopember serta Desember, curah hujan di lokasi proyek akan semakin tinggi, dan itu bisa membuat program pekerjaan bertambah minus lagi.
Baca juga: Besok Presiden Jokowi Kunker ke Aceh, Pangdam IM Pimpin Gelar Pasukan di Polda Aceh
Dadek juga menghimbau PA (Mawardi), KPA (Hasrizal Kurnia) dan PPTK (Marliansyah), terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan pelebaran badan jalan Jantho – Lamno ini, yang mulai memasuki pekerjaan berat dan beresiko tinggi.
Menanggapi seruan dan himbauan dari Kepala Bappeda Aceh, Kadis PUPR Aceh, Ir Mawardi yang didampingi Kabid Jalan Hasrizal Kurnia dan Kasi Jalan, Marliansyah mengatakan, pihaknya terus mengawasi pekerjaan pelebaran, pengerasan dan pengaspalan badan jalan Jantho – Lamno.
Kita berharap, kata Mawardi, pekerjaan pelebaran dan pengaspalan badan jalan Jantho - Lamno ini, bisa tuntas pertengahan tahun depan, sehingga sebelum berakhir masa tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, beliau bisa meresmikan penggunaan jalan Jantho -Lamno ini.(*)
Baca juga: Kronologi Adik Abang Meninggal Tenggelam di Saluran Irigasi Juli Bireuen