Breaking News:

Internasional

Presiden Mesir Minta Pasukan Asing dan Tentara Bayaran Hengkang dari Libya

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mendesak pasukan asing dan tentara bayaran keluar segera Libya. Dia menekankan perlunya memastikan kesatuan

Editor: M Nur Pakar
AFP/Mahmud TURKIA
Pejuang pendukung Pemerintahan Nasional Libya (GNA) di Tripoli menjaga wilayah Abu Qurain, jalan masuk Ibu Kota Tripoli dan Benghazi pada 20 Juli 2020. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mendesak pasukan asing dan tentara bayaran keluar segera Libya.

Dia menekankan perlunya memastikan kesatuan lembaga nasional Libya.

El-Sisi berdiskusi dengan Khalifa Haftar, komandan Tentara Nasional Libya, dan Aqila Saleh, ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

Dilansir ArabNews, Rabu (15/9/2021), mereka membahas cara memulihkan keamanan dan stabilitas di Libya dan menjaga kedaulatan serta persatuan.

El-Sisi menerima pejabat Libya di Kairo di hadapan Abbas Kamel, kepala Intelijen Umum Mesir.

Baca juga: Presiden Mesir Bahas Perdamaian Timur Tengah Dengan Presiden Israel

Juru bicara kepresidenan Mesir Bassam Rady mengatakan:

“Pertemuan tersebut membahas perkembangan terakhir di arena Libya mengingat hubungan khusus yang menghubungkan Mesir dengan Libya dan saudara-saudaranya."

"Juga ada kebijakan Mesir yang mapan untuk mempertimbangkan stabilitas Libya di bidang politik dan keamanan. sebagai bagian dari stabilitas Mesir.”

Rady menambahkan pertemuan itu meninjau prospek kerjasama dan koordinasi Mesir-Libya.

El-Sisi mengatakan Kairo akan melanjutkan upayanya untuk mencegah campur tangan eksternal untuk melaksanakan agendanya sendiri dengan mengorbankan rakyat Libya.

Serta pengusiran semua pasukan asing dan tentara bayaran dari wilayah Libya.

Baca juga: Mesir Tegaskan Kembali Seruan, Agar Pasukan Asing Pergi dari Libya

Haftar dan Saleh menegaskan posisi mereka konsisten dengan pandangan Mesir dalam mengelola fase transisi Libya.

Terutama dalam hal memastikan terselenggaranya pemilihan presiden dan parlemen sebelum akhir tahun.

Mereka mengatakan pemindahan pasukan asing dari Libya akan memungkinkan lembaga keamanan bertanggung jawab.

Dengan harapan, tugas mereka, akan berkontribusi untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di semua negara bagian.(*)

Baca juga: Mesir Bebaskan Komedian, Jurnalis Sampai Aktivis Politik, Dipenjara Tanpa Diadili

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved