Breaking News:

Internasional

Taliban Bunuh 20 Pemberontak Panjshir, Ayah dan Dua Anak Jadi Korban

Sedikitnya 20 warga sipil telah dibunuh oleh Taliban di kubu pemberontak Panjshir. Seorang penjaga toko dan ayah dari dua anak termasuk di antara

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: M Nur Pakar
Anadolu Agency/Bilal Guler/Getty Images
Pasukan Taliban berpatroli di Lembah Panjshir, Afghanistan pada 6 September 2021 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Sedikitnya 20 warga sipil telah dibunuh oleh Taliban di kubu pemberontak Panjshir.

Seorang penjaga toko dan ayah dari dua anak termasuk di antara para korban, kata sebuah laporan.

Sumber-sumber lokal mengatakan dia tidak akan pergi, walau Taliban terus maju.

"Saya hanya pemilik toko yang miskin dan tidak ada hubungannya dengan perang," kata pria itu kepada Taliban, kata laporan itu.

Dia ditangkap atas tuduhan menjual kartu SIM kepada pemberontak.

Wilayah itu adalah tempat terakhir perlawanan anti-Taliban sejak kelompok militan itu kembali berkuasa bulan lalu.

Baca juga: Utusan Afghanistan di PBB Tuduh Taliban Langgar Janji Melindungi Perempuan dan HAM

Pertempuran sengit telah terjadi di wilayah pegunungan di utara-tengah Afghanistan antara pejuang perlawanan dan Taliban.

Meskipun Taliban berjanji tidak akan ada pembunuhan balas dendam setelah pasukan internasional dievakuasi bulan lalu, laporan telah mendokumentasikan pembunuhan yang ditargetkan.

Sementara itu, sumber Taliban pada awal September mengatakan merebut Panjshir , sementara pasukan perlawanan membantah pernyataan tersebut.

Panjshir telah lama menjadi titik fokus perlawanan di Afghanistan.

Lembah itu menentang kekuasaan Taliban pada 1990-an dan bertahan selama pendudukan Uni Soviet.

Wilayah itu dipenuhi medan yang berbatu dan pertahanan pegunungan alami membuatnya sulit untuk ditaklukkan secara historis.(*)

Baca juga: Ribuan Warga Kandahar Protes Taliban, Warga Digusur dari Asrama Tentara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved