Breaking News:

Banyak Bukit Bakal Dipangkas Untuk Proyek Jalan Jantho-Lamno

Proyek jalan tembus Jantho-Lamno mulai memasuki tahapan pekerjaan berat. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis PUPR Aceh, Ir Mawardi, sedang jelaskan pekerjaan belah bukit jalan Jantho- Lamno kepada Kepala Bappeda Aceh H T Ahmad Dadek, yang meninjau lokasi proyek jalan tersebut bersama Tim P2 K nya, Rabu (15/9/2021). 

BANDA ACEH - Proyek jalan tembus Jantho-Lamno mulai memasuki tahapan pekerjaan berat. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh, Ir Mawardi, banyak bukit yang akan dipangkas untuk pembangunan rute jalan tersebut.

“Tahun ini dan tahun depan memasuki tahapan pekerjaan berat, karena banyak bukit dengan ketinggiannya antara 800-1.200 meter harus dipangkas sampai keketinggian normal untuk kendaraan umum,” ungkapnya kepada Serambi, Rabu (15/9/2021).

Dirinya kemarin bersama Tim P2K APBA Sekretariat Daerah (Setda) Aceh yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, melihat langsung pekerjaan pembelahan bukit yang akan dijadikan ruas jalan Jantho-Lamno.

Rombongan bahkan ikut naik ke atas bukit yang akan dipangkas. Namun mobil dinasnya dan mobil rombongan yang lain tak mampu menanjak sampai ke puncak. Menurut Mawardi, bukit tempatnya berdiri itu memiliki ketinggian 800 meter dari atas permukaan laut.

“Untuk naik ke puncak bukit harus menggunakan mobil daubel cabin yang sudah biasa digunakan para pengawas proyek,” tuturnya. Karena itulah saat kunjungan kemarin pihaknya harus menyediakan mobil daubel cabin 4 WD agar tim yang berkunjung bisa sampai ke lokasi.

Kepala Bappeda Aceh, T Ahmad Dadek mengaku sudah lama ingin berkunjung ke lokasi pelebaran badan jalan Jantho-Lamno. Namun mobilnya tak mampu mendaki jalan dan akhirnya hanya sampai pada ketinggian 600 meter. “Alhamdulillah hari ini saya bisa sampai ke puncak bukit ini. Tetapi ada beberapa mobil anggota Tim P2K tak mampu mendaki, dan harus ganti mobil daubel cabin,” tutur Ahmad Dadek.

Dalam kesempatan itu, Dadek mengingatkan agar saat memangkas bukit, para pekerja harus ekstra hati-hati, mengingat kondisi medan yang cukup curam dan berpotensi terjadi longsoran saat hujan “Karena itu pada waktu hujan, pekerjaan disetop sementara untuk mencegah terjadinya koban jiwa,” katanya mengingatkan.

Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek juga mengingatkan pihak rekanan agar pada bulan September ini progres realisasi pekerjaan yang sudah minus 7 persen harus bisa dikejar.

“Penurunan grade badan jalan harus dituntaskan pada bulan ini, karena musim kemaraunya masih panjang. Setelah memasuki Oktober, curah hujan akan semakin tinggi dan itu bisa membuat program pekerjaan bertambah minus lagi,” terangnya.

Dadek juga menghimbau PA, KPA, dan PPTK agar terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan pelebaran badan jalan Jantho-Lamno.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved