Jurnalisme Warga
Masjid Agung, Ikon Destinasi Wisata Islami di Tapaktuan
PADA tahun 2021 ini kampus tempat saya mengabdi, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, telah meluncurkan dana penelitian
OLEH MUKHSINUDDIN, M.M Koordinator Forum Aceh Menulis Chapter (FAMe) Meulaboh, melaporkan dari Tapaktuan
PADA tahun 2021 ini kampus tempat saya mengabdi, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, telah meluncurkan dana penelitian untuk dosen-dosen peneliti dengan berbagai tema yang layak diteliti, baik penelitian tentang sosial keagamaan di Aceh maupun di luar Aceh.
Untuk tahun ini, saya bersama tim mengambil tema tentang Penelitian Dasar Interdisipliner Perguruan Tinggi di Provinsi Aceh. Termasuk yang menjadi lokasi penelitian kami tahun ini meskipun masih di masa pandemi adalah Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Kita tahu Aceh Selatan merupakan salah satu daerah penghasil pala terbesar di Indonesia, setelah Maluku.
Selain itu, kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh ini juga menyimpan berbagai pesona alam yang luar biasa indahnya. Karena pantai dan pegunungannya yang indah dan asri membuat daerah ini bagaikan "kepingan surga" di bagian selatan Aceh. Kabupaten yang kaya laut dan gunung ini penuh dengan objek wisata alam yang begitu memesona. Ini adalah anugerah Allah Yang Mahakuasa bagi penikmat wisata dan pelancong.
Untuk kali ini saya menulis reportase tentang destinasi wisata islami yang ada di Aceh Selatan, yaitu Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan.Saya bersama tim berangkat dari Meulaboh menuju Tapaktuan pada Kamis siang lalu untuk melakukan penelitian di Tapaktuan. Kami tiba di sana sekitar pukul 21.00 WIB, saat kehidupan malam belum berakhir. Kami langsung menginap di Metro Hotel yang berdekatan dengan Kantor Bupati Aceh Selatan.
Di depannya langsung berhadapan dengan bibir pantai Tapaktuan yang air lautnya biru dan jernih. Kota ini dijuluki "Kota Naga" yang terkenal dengan legenda naganya yang berupaya melarikan seorang putri nan sedang tidur. Upaya naga tersebut berhasil digagalkan Tuan Tapa dengan melemparkan tongkatnya ke arah naga. Legenda ini masih dipercaya masyarakat setempat hingga kini. Esoknya, setelah sarapan pagi di penginapan kami pun bergerak melakukan penelitian di Tapaktuan.
Ada beberapa tempat yang kami datangi untuk penelitian sampai tiba waktunya shalat Jumat. Kami pun langsung menuju Masjid Agung Istiqamah, sebuah masjid yang terletak di bibir pantai Tapaktuan.
Dari masjid ini terlihat jelas laut biru di teluk Tapaktuan nan permai. Masjid agung ini bukan saja resik, tetapi juga indah karena di sekitaranya dihiasi taman yang begitu indah. Hati jamaah damai memandangnya. Taman ini dibangun dan dirawat oleh pemerintah setempat, sehingga keindahannya terjaga. Di masjid agung ini kami mendengar khotbah yang disampaikan khatib dengan materi yang menyejukkan jiwa. Bahasannya tentang empat jurus yang bisa membuat hidup kita aman, tenteram, sehat bugar.
Keempat jurus itu adalah kita harus kuatkan iman pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Kita semakin dekat dengan Allah Yang Mahakuasa dengan melaksanakan berbagai ibadah wajib dan sunah, yaitu selalu melaksanakan shalat wajib dan shalat sunah tahajjud, duha dan lainnya. Lalu kita harus kuatkan imunitas dalam menghadapi pandemi ini dengan menjaga pola makan yang bergizi dan halal. Kemudian, kita harus aman dari berbagai gangguan keamanan.
Untuk itu kita harus ikuti anjuran pemerintah menjaga protokol kesehatan serta melaksanakan vaksinasi. Jurus terakhir yang harus kita lakoni, menurut khatib, adalah amin. Yaitu, senantiasa berdoa agar dikabulkan semua permohonan oleh Allah, terutama permohonan untuk hidup sehat dan diberikan umur yang berkah. Seusai shalat Jumat, tak lupa kami berswafoto di taman samping Masjid Agung Istiqamah. Dari sini tampak Gunung Putri Tidur yang hijau, bagian dari legenda Kota Naga.
Masjid agung ini berada di pusat Kota Tapaktuan. Di sekitarnya ada penginapan, pusat perbelanjaan, warung makan, hingga sport center. Dengan keindahan arsitektur dan tamannya, Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan ini menjadi destinasi wisata islami yang menarik bagi wisatawan. Masjid agung ini sangat strategis bagi warga Tapaktuan dalam melaksanakan ibadah dan menjadi pusat kegiatan agama Islam sekaligus menjadi masjid terbesar di kabupaten ini. Untuk mengaksesnya cukup mudah. Kondisi jalan menuju masjid mulus, dekat dengan laut, dan terlacak oleh Google Map.
Desain bangunan masjid ini cukup ikonik. Arsitekturnya megah, khas bangunan Middle East dan terdapat sedikit unsur arsitektur cerminan budaya lokal. Masjid agung ini memiliki sebuah kubah besar, diapit oleh empat menara. Warna masjid ini didominasi hanya dua warna, yakni merah bata dan kuning keemasan. Perpaduan warna tersebut memang cukup sederhana, tetapi dapat memberi kesan ikonik, megah, dan mewah pada masjid ini. Masjid ini mempunyai halaman yang luas, bahkan di luar pagar masjid pun ada taman. Di bagian halaman depan terdapat sebuah menara yang tinggi.
Dari menara ini kita bisa melihat laut nan luas serta pegunungan hijau di belakang masjid. Menara ini walaupun berupa menara tunggal, tapi berdiri dengan cukup kokoh dan megah. Bangunan menara tunggal yang cukup besar mampu mengimbangi ukuran masjid itu sendiri.Keunikan dari masjid ini juga terletak pada halamannya dan beberapa tanaman yang cukup menyita perhatian jamaah.
Masjid agung ini memang dijadikan sebagai pusat kegiatan Islam di Tapaktuan, meski terdapat beberapa masjid lainnya di wilayah Tapaktuan. Hampir sebagian besar kegiatan keagamaan dilakukan di masjid ini. Salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid ini adalah perayaan hari-hari besar Islam. Setelah shalat Jumat, kami pun kembali ke Meulaboh. Ketika kami menaiki Gunung Karambil Tapaktuan, kami singah sesaat untuk memanjakan mata melihat pantai yang terletak di Kota Tapaktuan, tepatnya di kawasan jalan Tapaktuan- Blangpidie.
Di pucaknya kami menikmati indahnya laut Tapaktuan sambil sejenak minum sanger panas. Gunung Kerambil dan pantainya menjadi lokasi favorit muda-muda di sore hari untuk bersantai dan menikmati sunset. Perbukitan di sekitarnya membuat pemandangan tambah indah. Bila kita berkunjung ke Tapaktuan rasanya kurang lengkap bila tidak berkunjung ke tempat-tempat wisata Tapaktuan yang eksotik. Untuk makanan tidak perlu dicemaskan karena Tapaktuan merupakan kawasan lalu lintas pantai barat selatan menuju ke Medan dan sebaliknya. Di sini terdapat banyak warung makan yang buka siang malam. Tidak sedikit di antaranya yang dibangun di bukit-bukit yang bersisian dengan laut.
Maka, sambil kita menyantap makanan, kita bisa leluasa melihat pemandangan laut dan mendengarkan debur suara ombak. Semua ini tentunya menghadirkan sensasi tersendiri bagi kita yang mengunjunginya. Akhirul ialam, mari berwisata ke Kota Tapaktuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mukhsinuddin-mm-koordinator-forum-a.jpg)