Internasional
Menteri Keuangan Lebanon Setujui Audit Bank Sentral
Menteri Keuangan Lebanon Youssef Khalil, Jumat (17/9/2021) menyetujui audit Bank Sentral. Dia menandatangani kontrak dengan konsultan restrukturisasi
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Menteri Keuangan Lebanon Youssef Khalil, Jumat (17/9/2021) menyetujui audit Bank Sentral.
Dia menandatangani kontrak dengan konsultan restrukturisasi Alvarez & Marsal (A&M) untuk melakukan audit forensik di Bank Sentral,
Dilansir ArabNews, Jumat (17/9/2021), Kementerian mengatakan A&M akan memberikan laporan awal kepada kementerian dalam waktu 12 minggu setelah tim mulai bekerja.
Lebanon menderita salah satu depresi ekonomi terdalam dalam sejarah modern.
Tiga perempat dari penduduknya sekarang diklasifikasikan sebagai miskin oleh PBB.
Mata uang lokal juga telah kehilangan 90 persen nilainya dalam dua tahun terakhir ini.
Baca juga: Hakim Perintahkan Penyelidikan Gubernur Bank Sentral Lebanon, Larikan Uang ke Luar Negeri
Rencana audit, persyaratan utama bagi Lebanon untuk mengamankan bantuan asing di tengah krisis keuangannya.
Sebelumnya, menemui jalan buntu pada November 2020, ketika A&M menarik diri.
Parlemen kemudian setuju pada Desember 2020 untuk mengangkat kerahasiaan perbankan selama satu tahun.
Seusai banyak perdebatan antara pejabat Lebanon, termasuk kementerian dan Bank Sentral mengenai apakah informasi tertentu dapat diungkapkan ke publik.
Kementerian keuangan pada April 2021 mengatakan Bank Sentral telah setuju untuk menyerahkan beberapa dokumen rahasia.
Baca juga: PBB Alokasikan Rp 142,5 Miliar Untuk Pembelian Bahan Bakar Rumah Sakit Lebanon
Khalil, mantan pejabat tinggi Bank Sentral, ditunjuk sebagai Menteri Keuangan sebagai bagian dari kabinet baru yang disusun oleh Perdana Menteri Najib Mikati dan Presiden Michel Aoun.
Hal itu dilakukan, setelah satu tahun kebuntuan politik yang memperparah krisis ekonomi negara itu.
Kabinet Mikati mengatakan berkomitmen memulai kembali pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebuah prasyarat yang mencakup restrukturisasi sektor perbankan dan utang publik.
Pembicaraan IMF tahun lalu gagal, ketika politisi dan bankir memperdebatkan skala kerugian finansial yang dipetakan dalam rencana pemulihan keuangan yang disusun oleh pemerintah saat itu.(*)
Baca juga: Ribuan Warga Lebanon Eksodus ke Luar Negeri, Krisis Ekonomi Belum Juga Berakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gedung-bank-sentral-lebanon-di-beirut.jpg)