Internasional
PBB Alokasikan Rp 142,5 Miliar Untuk Pembelian Bahan Bakar Rumah Sakit Lebanon
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan mengalokasikan $10 juta dolar atau sekitar Rp 142,5 miliar untuk Lebanon.
SERAMBINEW.SCOM, BEIRUT - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan mengalokasikan $10 juta dolar atau sekitar Rp 142,5 miliar untuk Lebanon.
Dana itu untuk membantu negara yang kekurangan uang membeli bahan bakar vital untuk pembangkit listrik rumah sakit dan instalasi air bersih.
“Lebanon menghadapi ketidakpastian yang mendalam," kata Kepala Kemanusiaan PBB, Martin Griffiths di Twitter saat berkunjung ke Beirut, Rabu (1/9/2021).
"Komunitas kemanusiaan, bagaimanapun, memutuskan untuk membantu semua populasi yang rentan, apakah Lebanon, pengungsi atau migran,” tambahnya.
Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan mengalokasikan 6 juta dolar AS dari Dana Kemanusiaan Lebanon untuk membantu 65 rumah sakit.
Termasuk pusat perawatan kesehatan primer, apotik dan fasilitas penyimpanan dingin medis.
Baca juga: Ribuan Warga Lebanon Eksodus ke Luar Negeri, Krisis Ekonomi Belum Juga Berakhir
Dilansir AFP, sebanyak 4 juta dolar AS lainnya akan disisihkan untuk pusat kesehatan serta stasiun air bersih.
Termasuk empat fasilitas air yang melayani lebih dari dua pertiga penduduk Lebanon, katanya dalam sebuah pernyataan.
“Alokasi tersebut akan membantu 2,3 juta orang di seluruh Lebanon dengan memastikan ada cukup bahan bakar untuk menjaga stasiun air bersih tetap berfungsi,” kata OCHA.
“Kekurangan bahan bakar membahayakan ketersediaan perawatan kesehatan dan air minum untuk hampir semua orang di Lebanon,” tambahnya.
Hancurnya ekonomi Lebanon telah melucuti sebagian besar nilai mata uang nasional dan membuat empat dari lima penduduk berada di bawah garis kemiskinan.
Baca juga: Uni Eropa Khawatirkan Kemerosotan Tajam Lebanon, Desak Bentuk Pemerintahan Baru
Krisis semakin dalam ketika bank sentral mulai menghapus subsidi untuk menopang cadangan mata uang asing yang semakin menipis.
Sehingga, membuat biaya impor bahan bakar menjadi lebih mahal.
Bahkan, Lebanon mengalami kekurangan segalanya.
Seperti pemadaman listrik yang berlangsung hingga 22 jam sehari dan bahan bakar untuk generator pribadi semakin langka.
Banyak rumah sakit terpaksa mengurangi operasi karena kekurangan.
Badan anak-anak PBB UNICEF telah berulang kali memperingatkan penutupan total pasokan air di Lebanon dapat mengancam empat juta orang Lebanon.(*)
Baca juga: Pasukan Lebanon Gerebek Penimbunan Jutaan Liter Bahan Bakar, Obat-obatan dan Susu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-kesehatan-demo-di-lebanon.jpg)