Breaking News:

Video

VIDEO Kisah Trisna Tinggalkan Keluarga hingga Bertaruh Nyawa Demi Rawat Pasien Covid-19 di Aceh

Seiring melonjaknya kasus, Trisna harus rela meninggalkan orang-orang yang dicintainya karena Ia tak mau keluarganya terpapar.

Penulis: Subur Dani | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Trisna Sari, salah seorang perawat di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), terbilang tangguh.  

Meski sudah bertugas merawat pasien Covid-19 sejak tahun lalu, namun baru satu kali dia terpapar Covid-19, itupun tak bergejala.  

Saat positif, pemilik nama lengkap Ns Trisna Sari, S.Kep bergegas isolasi mandiri, minum vitamin, kemudian sehat dan kembali berada di garda terdepan merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan, berat, hingga kritis, saban hari di RSUDZA.  

Trisna selalu bersyukur dan berharap diberikan kesehatan karena ingin terus merawat pasien-pasien Covid-19 di Aceh.  

Ibu dua anak ini sadar, pekerjaannya risiko tinggi, memberi pelayanan kepada orang lain dengan taruhan nyawanya sendiri.  

Trisna dan para nakes lainnya, sangat rentan terpapar virus mematikan itu.  

Demi merawat pasien Covid-19, Trisna juga rela meninggalkan keluarganya menetap seorang diri di Banda Aceh sedangkan suami dan dua anaknya tinggal di Kota Lhokseumawe.  

Selama Covid-19, Trisna baru berjumpa dengan keluarga termasuk orang tuanya setelah 2 hingga tiga minggu sekali, itupun dia baru berkumpul setelah melakukan swab PCR dan dinyatakan negatif.  

Sebelum Covid-19, mereka sering berkumpul semasa Trisna mulai bertugas di RSUDZA 2018 lalu.  

Namun seiring melonjaknya kasus, Trisna harus rela jauh dari keluarga, jarang jumpa, dan meninggalkan orang-orang yang dicintainya karena Ia tak mau keluarganya terpapar.  

Ia mengaku karena merasa terpanggil dan hati nurani untuk merawat pasien Covid-19 agar sembuh.  

Meski begitu, Trisna dan rekan-rekannya mengalami stres, depresi dan cemas luar biasa sejak awal merawat pasien Covid. Tak hanya Trisna, keluarnya juga ikut resah.  

Hingga jelang dua tahun pandemi melanda Aceh, Trisna masih tetap teguh menjalankan misi kemanusiaannya sebagai perawat.  

Dia mengatakan, yang dilakukannya saat ini adalah pilihan, Dia harus siap mengabdi memberi pelayanan kepada pasien Covid-19.  

Video Editor: Hari Mahardhika
Narator: Ilham

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved